
TEGAS.CO, TEGAL – Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Sudirman Said, menegaskan peran sentral mahasiswa bukanlah sebagai ‘generasi penerus’ yang berpotensi meneruskan kebobrokan, melainkan sebagai ‘generasi pelurus’ negeri. Pernyataan tegas ini disampaikannya dalam orasi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus UHN, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (24/9/2025).
Dalam pidatonya yang berapi-api, Sudirman menggambarkan kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja. Ia menyoroti ‘Agustus Kelabu’ yang justru diwarnai berita muram tentang korupsi, kemiskinan, degradasi moral politik, serta respons represif aparat terhadap gerakan rakyat.
“Kita berjalan jauh, tapi kehilangan arah. Kita tumbuh besar, tapi kehilangan jiwa. Maka tugas kalian, wahai mahasiswa baru, adalah mengembalikan harkat negeri,” seru Sudirman di hadapan para mahasiswa.
Kampus sebagai Laboratorium Kepemimpinan
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menekankan bahwa kampus bukan sekadar pabrik ijazah, melainkan laboratorium kepemimpinan bangsa.
“Di sini kalian belajar berpikir kritis, tetapi juga berani bersuara. Di sini kalian belajar teori, tetapi juga mengasah nurani. Di sini kalian menimba ilmu, tetapi juga ditempa untuk mengemban amanah bangsa,” paparnya.
Sudirman menilai pendidikan adalah kunci untuk mengembalikan harkat bangsa, bukan semata karena mampu memberi pekerjaan, melainkan karena membangun keberanian moral, daya cipta, dan kompas nilai.

Bangkitkan Kebanggaan Berkuliah di Tegal
Menyadari mungkin adanya rasa minder kuliah di Tegal dibandingkan di perguruan tinggi negeri (PTN) atau kota besar, Sudirman justru membangkitkan kebanggaan dengan menyebut Tegal sebagai ‘sumbu sejarah’.
Ia mengingatkan bahwa di daerah inilah meletus Peristiwa Tiga Daerah (Brebes, Tegal, Pemalang), revolusi pertama rakyat pascaproklamasi melawan aparatur kolonial. Dari Brebes juga lahir Mr. Besar Martokusumo, advokat pertama bangsa dan anggota BPUPKI yang sangat dihormati.
“Aktivisme hukum hari ini, dari LBH sampai advokasi rakyat kecil, tak lepas dari jejak beliau. Jadi, jangan pernah minder. Kalian sedang belajar di tanah para pelurus sejarah,” tegasnya.
Sudirman juga memaparkan visi menjadikan Tegal sebagai kota pendidikan dan penelitian dengan spesialisasi maritim, mengingat sejarahnya sebagai pelabuhan penting Nusantara dan karakternya yang egaliter serta tangguh.
Tema PKKMB: Ashvara Prana
Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB UHN Tegal, Nikho Nur Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Membangun Mahasiswa yang Berdaya, Terhubung, dan Relevan” dengan nama angkatan “Ashvara Prana”.
“Ashvara Prana artinya manusia harapan rakyat yang memberi kehidupan dan terhubung. Tujuannya adalah membekali mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dengan sistem pendidikan tinggi dan kehidupan kampus,” jelas Nikho.
Tujuan khususnya, lanjut dia, antara lain menanamkan nilai kebangsaan, bela negara, kepedulian sosial, serta membentuk mahasiswa yang siap berorganisasi dan berprestasi.
Dengan semangat ini, UHN Tegal berharap dapat mencetak calon-calon pemimpin yang mampu meluruskan jalan bangsa ke depannya.
Penulis: Nurakhmawati