Pembunuh Yusuf Pahlawan Mahasiswa UHO Kendari Belum Terungkap
Sebarkan artikel ini
Sejumlah mahasiswa UMK menyampaikan tuntutn pengungkapan kasus Randy Yusuf korban penembakan enam tahun lalu di gedung aspirasi DPRD Sultra yang dihadiri, Kapolda Didik didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Dirkrimsus Polda Sultra, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Wakil Ketua DPRD Hasmawati, serta Danrem 143/Halu Oleo Kendari.Jumat 26 September 2025 Foto: MAS’UD
KENDARI, TEGAS.CO โ Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, secara resmi menyatakan bahwa kasus pembunuhan Yusuf, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tewas dalam aksi unjuk rasa enam tahun lalu, hingga kini belum terungkap dan pelakunya masih belum diketahui.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons langsung atas aspirasi yang disampaikan oleh sejumlah Mahasiswa Muhammadiyah Kendari saat audiensi di Gedung Aspirasi DPRD Sultra, pada Jumat, 26 September 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Didik didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Dirkrimsus Polda Sultra, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Wakil Ketua DPRD Hasmawati, serta Danrem 143/Halu Oleo Kendari.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Dalam pemaparannya, Kapolda Didik menjelaskan upaya yang telah dilakukan dalam penyidikan kasus Yusuf. “Kasus Yusuf ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 19 saksi. Pada waktu itu memang agak sulit berkaitan dengan Yusuf ini. Tidak ada saksi yang langsung bisa melihat,” ujarnya.
Tim penyidik juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebanyak lima kali. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. “Tapi tidak ditemukan proyektilnya, berbeda dengan yang di Randy. Sudah dilakukan olah TKP 5 kali itu pun tidak ditemukan. Jadi hambatannya adalah itu,” jelasnya.
Jaminan Perlindungan bagi Saksi
Kapolda Didik membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki informasi untuk maju sebagai saksi. “Kalau misalnya dari teman-teman ada yang bisa menunjukkan siapa saksi, saya akan jamin yang bersangkutan keselamatan dan keamanannya untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi.”
Ia bahkan menawarkan fasilitas lebih bagi saksi yang bersedia membantu. “Bahkan kami akan fasilitasi untuk kita bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan. Jadi itu dari saya, memberikan jaminan itu.”
Kapolda Didik didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Dirkrimsus Polda Sultra, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Wakil Ketua DPRD Hasmawati, serta Danrem 143/Halu Oleo Kendari saat menerima mahasiswa UMK di gedung aspirasi DPRD Sultra Jumat 26 September 2025 Foto: MAS’UD
Komitmen Pengungkapan Kasus
Kapolda menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus ini. “Dari saksi-saksi sebelumnya, 19 orang itu yang sudah kita periksa belum bisa mengarah kepada tersangkanya, itu hambatannya. Bukan ditutup-tutupi.”
Ia menambahkan, “Jadi, setulus-tulusnya untuk mendukung pengungkapan korban. Kalau ada teman-teman bisa menyampaikan kepada saya saksi yang bisa menguatkan untuk proses terhadap korban Yusuf, maka saya akan dukung.”
Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan kejelasan status penyidikan kasus Yusuf yang hingga saat ini masih menjadi perhatian berbagai kalangan, khususnya mahasiswa dan masyarakat Sultra.