BeritaBerita UtamaKendariSulawesi Tenggara

AI Ready ASEAN Hadir di Kendari: Mahasiswa UHO Ikuti Pelatihan Literasi AI

667
×

AI Ready ASEAN Hadir di Kendari: Mahasiswa UHO Ikuti Pelatihan Literasi AI

Sebarkan artikel ini
AI Ready ASEAN Hadir di Kendari: Mahasiswa UHO Ikuti Pelatihan Literasi AI
Koordinator Mafindo Kota Kendari sekaligus Ketua Prodi Jurnalistik UHO, Marsia Sumule Genggong, S.Sos.,M.I.Kom., saat menyampaikan sambutan pada kegiatan AI Ready ASEAN di Aula FISIP UHO Kendari, Sabtu (27/9).

TEGAS.CO., KENDARI — Program AI Ready ASEAN resmi hadir di Kota Kendari melalui kerja sama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dengan ASEAN Foundation.

Kegiatan ini digelar di Aula FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) dengan melibatkan mahasiswa sebagai peserta utama Sabtu, (27/9/2025).

Pelatihan ini merupakan bagian dari mandat ASEAN Foundation kepada Mafindo untuk memberikan pembekalan literasi kecerdasan artifisial (AI) di 23 provinsi di Indonesia.

Modul yang digunakan dirancang langsung oleh ASEAN Foundation dengan fokus membangun pemahaman dasar dan kompetensi fundamental AI untuk empat target audiens, yakni pemuda, orang tua, pendidik, dan mass trainers.

AI Ready ASEAN Hadir di Kendari: Mahasiswa UHO Ikuti Pelatihan Literasi AI
Suasana pelatihan AI Ready ASEAN di Aula FISIP UHO Kendari yang diikuti ratusan mahasiswa, Sabtu (27/9).

Koordinator Mafindo Kota Kendari sekaligus Ketua Prodi Jurnalistik UHO, Marsia Sumule Genggong, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian program nasional yang digelar di 44 kota di Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, khususnya pelajar, anak muda, orang tua, dan guru agar lebih paham dalam menggunakan kecerdasan artifisial,” ungkapnya.

Marsia menilai perkembangan AI di Kota Kendari cukup signifikan, terutama dalam dunia pendidikan.

“Baik peserta didik maupun guru kini mulai terbiasa menggunakan AI dalam berbagai bentuk untuk mendukung tugas dan tanggung jawab mereka. Karena itu, guru menjadi salah satu target utama program AI Ready maupun AI Goes to School,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa UHO pun telah memanfaatkan berbagai aplikasi berbasis AI dalam aktivitas sehari-hari.

“Hari ini saja kita melihat banyak mahasiswa sudah menggunakan platform seperti ChatGPT, Gemini, Canva, dan CapCut. Ini menunjukkan bahwa literasi AI sudah mulai berkembang,” tambahnya.

Marsia menegaskan, FISIP UHO dipilih sebagai lokasi kegiatan karena mahasiswa dianggap representatif sebagai anak muda, generasi milenial, sekaligus bagian dari dunia pendidikan.

“AI saat ini memang banyak difokuskan untuk mendukung pendidikan agar lebih efisien dan efektif,” pungkasnya.