
KENDARI, TEGAS.CO – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat sejumlah program strategis di bidang kesehatan, meliputi pemeriksaan kesehatan gratis berskala masif, percepatan penanggulangan Tuberculosis (TBC), hingga inisiatif penambahan dokter spesialis melalui beasiswa.
Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Hj. Asridah Mukaddim, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPRD Sultra, Rabu (15/10/2025). Raker yang membahas program prioritas ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Andi Muh. Saenuddin.
“Saat ini kita akan melakukan cek kesehatan gratis sesuai dengan taraf hidup masyarakat, mulai dari anak-anak sampai usia dewasa, sehingga betul-betul terjaring, siapa yang sakit, siapa yang sehat,” jelas Asridah, menekankan pentingnya skrining kesehatan yang komprehensif.
Program skrining kesehatan gratis ini juga digunakan untuk menjaring penderita TBC secara dini. Langkah ini bertujuan agar program penanggulangan TBC dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Program ini sudah berjalan dan akan ditingkatkan lagi di tahun 2026,” tegasnya.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍
Selain TBC, program prioritas lain yang terus digencarkan adalah penurunan stunting, pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta Jaminan Kesehatan Sultra (JKS).
JKS merupakan inisiatif Gubernur Sultra ASR-Hugua yang menjamin warga sakit tanpa Kartu JKN-KIS atau kartu BPJS yang tidak sesuai standar, agar tetap mendapatkan pelayanan kesehatan. “Nanti akan dibayar menggunakan anggaran dari Dinas Kesehatan,” tambah Asridah.
Pembentukan Tim Khusus untuk Eliminasi TBC
Menanggapi instruksi Presiden untuk mengeliminasi TBC pada tahun 2030, Pemerintah Provinsi Sultra telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC. Tim ini dibentuk oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dan melibatkan seluruh dinas terkait, menunjukkan komitmen lintas sektor.
“Contohnya di Dinas Perhubungan, orang yang menyebrang mungkin bisa di-screening di situ. Intinya, seluruh yang terjangkit bisa ditemukan, diobati, sampai sembuh (TOS),” papar Asridah mengenai strategi pelibatan semua sektor untuk menemukan dan mengobati penderita.

Beasiswa untuk Tambah Dokter Spesialis
Merespons minimnya jumlah dokter spesialis dan subspesialis di Sultra, pemerintah daerah meluncurkan program beasiswa. Program ini ditujukan bagi putra-putri daerah yang berminat menempuh pendidikan spesialis.
“Ini adalah program dari Gubernur dan Wakil Gubernur (Isro),” jelas Asridah.
Meskipun menyoroti tiga prioritas utama, Asridah memastikan bahwa Dinas Kesehatan tetap menjalankan banyak program lain, termasuk penanganan HIV/AIDS, malaria, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta program lain yang telah disusun dan disampaikan kepada DPRD.
Di akhir pertemuan, Asridah menyampaikan apresiasinya kepada Komisi IV DPRD Sultra. “Mereka sangat memahami program sehingga apabila kita sampaikan, mereka menyambut baik. Mudah-mudahan nanti betul-betul terjadi kolaborasi yang baik untuk masyarakat,” pungkasnya.
PUBLISHER: MAS’UD