Berita UtamaKendariKesehatan

RSJ Kendari Ekspansi Layanan Non-Jiwa di Tengah Kendala Kekurangan Dokter Spesialis

407
×

RSJ Kendari Ekspansi Layanan Non-Jiwa di Tengah Kendala Kekurangan Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini
RSJ Kendari Ekspansi Layanan Non-Jiwa di Tengah Kendala Kekurangan Dokter Spesialis
Direktur RSJ Kendari, dr. Junada, Sp.KJ., M.Kes., Foto: MAS’UD

KENDARI, TEGAS.CO โ€“ Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari bersiap melakukan transformasi besar dengan membuka pelayanan kesehatan non-jiwa pada tahun 2026.

Ekspansi layanan ini menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit sekaligus memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur RSJ Kendari, dr. Junada, Sp.KJ., M.Kes., menyampaikan rencana tersebut usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Sultra, Rabu (15/10/2025).

“Kita akan cukupkan dulu layanan dasar, seperti dokter anak, radiologi, dan rehab (rehabilitasi medis). Ini yang paling dasar karena berkaitan erat dengan kebutuhan pasien jiwa,” ujar dr. Junada, menjelaskan bahwa layanan dasar tersebut akan menjadi penunjang utama.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

Selain itu, RSJ Kendari juga memiliki rencana mendesak untuk mengembangkan layanan psikiatri anak. Langkah ini diambil menyusul tren peningkatan kasus gangguan jiwa pada anak.

“Ini juga mendongkrak (pendapatan) karena banyaknya anak-anak dengan gangguan khusus. Kami akan datangkan tenaga dari Makassar, tapi memang harus mampu bayar. Pengalaman di Kalimantan menunjukkan bahwa layanan psikiatri anak bisa mendongkrak pendapatan,” jelasnya.

Tantangan Klasik: Kekurangan Dokter Spesialis

Di balik semangat pengembangan layanan tersebut, RSJ Kendari masih dihadapkan pada kendala klasik berupa kekurangan dokter spesialis. Saat ini, rumah sakit tersebut hanya memiliki dua dokter organik, padahal kebutuhan idealnya adalah delapan orang.

“Standarnya kita butuh delapan dokter spesialis. Kalau di sini, tunjangan profesi (TPP) hanya delapan juta, sedangkan daerah lain bisa memberikan TPP sampai 25-30 juta. Kenapa provinsi Sultra tidak bisa?” tutur dr. Junada, menyoroti disparitas insentif yang menjadi penghalang utama menarik tenaga ahli.

Untuk mengatasi kekurangan ini, sejumlah upaya telah dilakukan, termasuk mengirim calon tenaga untuk menempuh pendidikan spesialis yang memakan waktu 3-4 tahun.

Sebagai solusi jangka pendek, RSJ berupaya menarik dokter yang sudah ada melalui pemberian insentif tambahan yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

RSJ Kendari Ekspansi Layanan Non-Jiwa di Tengah Kendala Kekurangan Dokter Spesialis
RSJ Kendari Ekspansi Layanan Non-Jiwa di Tengah Kendala Kekurangan Dokter Spesialis

Komisi IV DPRD Sultra Beri Dukungan Penuh

Rencana ekspansi dan kebutuhan vital rumah sakit ini mendapat respons positif dari legislatif.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Andi Muh. Saenuddin, yang memimpin rapat kerja, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh peningkatan SDM dan pendanaan RSJ Kendari.

Saenuddin menegaskan bahwa usulan terkait kebutuhan delapan dokter spesialis, pembangunan gedung, dan honorarium dokter akan diakomodir.

“Dibuatkan telaah untuk segera diusulkan ke Komisi IV untuk selanjutnya akan dibahas di Banggar (Badan Anggaran). Harapannya kami Komisi IV bisa mengakomodir kebutuhan SDM ini, yang terkait dengan pendanaannya. Apakah itu masuk program 2026? Sudah lama diusulkan, bahkan juga pernah disampaikan. Sekarang sedang ditagih,” ujar Saenuddin.

Dukungan dari DPRD Sultra diharapkan dapat mempercepat realisasi penambahan tenaga medis spesialis, sehingga RSJ Kendari dapat memberikan pelayanan kesehatan jiwa dan umum yang optimal kepada masyarakat Sultra.

PUBLISHER: MAS’UD