
KENDARI, TEGAS.CO., โ Ketua Umum DPP Partai Golkar, Dr. Bahlil Lahadalia, melontarkan pandangan tajam terkait desain undang-undang politik ke depan, khususnya mengenai sistem pemilihan kepala daerah.
Menurut Bahlil, sistem pemilihan gubernur, bahkan bupati dan wali kota, cenderung akan kembali diatur melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) alih-alih pemilihan langsung.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil Lahadalia di Kendari pada Minggu, 2 November 2025 lalu, dalam sebuah momen yang ia sebut sebagai โpenciuman dan analisaโ politik Golkar.
“Penciuman dan analisa kami dari Partai Golkar ke depan sistem pemilu itu memang untuk pemilihan gubernur itu dari DPR,” ungkap Bahlil, yang juga dikenal sebagai figur dengan komentar yang kerap menjadi viral.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Ia bahkan menambahkan bahwa kecenderungan ini juga berlaku untuk pemilihan bupati dan wali kota, di mana salah satu opsinya adalah melalui legislatif.
Menyikapi proyeksi perubahan sistem ini, Bahlil mengeluarkan peringatan keras bagi para inkumben (petahana) atau figur yang berambisi menjadi kepala daerah.
Ia menegaskan bahwa terlibat aktif dalam partai politik adalah sebuah keharusan untuk memuluskan langkah politik.
“Jadi langkah keliru lah kemudian, hari ini gubernur, bupati, wali kota, Incumbent, atau yang pengen jadi gubernur atau yang pengen jadi wali kota, bupati, kalau tidak ikut masuk partai politik, maka itu sama dengan tulis lain, baca lain, bikin lain. Gak ada cara lain,” tegasnya.
Bahlil kemudian menganalogikannya dengan prinsip bisnis yang populer: “Dalam ilmu bisnis, Kalau ada 10 telur, jangan taruh di satu keranjang. Kalau keranjangnya jatuh, telurnya pecah semua. Minimal taruh di 3 keranjang.”
Ia menyiratkan bahwa Partai Golkar, yang disimbolkan dengan pohon beringin, adalah ‘keranjang’ yang ideal untuk memayungi karier politik.
“Agar telur keranjangnya tidak jatuh, biasanya harus ada yang memayungi. Kalau keranjang taruh di pohon beringin, biasanya terhindar dari panas dan terik matahari,” imbuhnya.
Konsistensi Golkar dan Kekuatan Kader Muda
Di hadapan para kader, Bahlil juga menyoroti konsistensi Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Ia membandingkan Golkar dengan partai lain yang dinilainya tidak banyak melakukan Musyawarah Daerah (Musda) secara konsisten.
“Saya nggak ada lawan itu. Saya nggak ada lawan. Dan feeling saya ke depan Golkar, saya pikir coba lihat ya, tidak banyak partai yang melakukan musda-musda turun seperti ini. Tidak banyak. Ada tapi tidak banyak. Dan Golkar konsisten untuk menjaga sebuah nilai-nilai demokrasi dan tatanan-tatanan proses pendidikan politik sebagaimana apa yang telah diajarkan oleh para senior-senior kita,” pungkasnya.
Ia juga memuji peran kader muda Golkar yang disebutnya memiliki “kekuatan improvisasi,” yang akan membuat partai tersebut tak tertandingi di masa depan.
PUBLISHER: MAS’UD