Berita UtamaHukumKesehatanSultra

Komisi IV DPRD Sultra Gelar RDP, Dugaan Kematian Pasien Jantung di RSUD Bahteramas

329
×

Komisi IV DPRD Sultra Gelar RDP, Dugaan Kematian Pasien Jantung di RSUD Bahteramas

Sebarkan artikel ini
Komisi IV DPRD Sultra Gelar RDP, Dugaan Kematian Pasien Jantung di RSUD Bahteramas
Komisi IV DPRD Sultra Gelar RDP, Dugaan Kematian Pasien Jantung di RSUD Bahteramas

KENDARI, TEGAS.CO. โ€“ Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini, Senin (10/11/2025), menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) mendesak untuk menindaklanjuti kabar dugaan kelalaian dalam penanganan pasien jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas.

RDP yang dipimpin Ketua Komisi IV, Andi Muhammad Saenuddin, ini berfokus pada insiden meninggalnya pasien jantung bernama Musafir Sahdatun, S.Sos (51), yang sebelumnya diisukan terjadi karena ketiadaan dokter spesialis untuk tindakan operasi kateter jantung.

Rapat tersebut menghadirkan Direktur RSUD Bahteramas Kendari, dr. Muchammad Saiful, Sp.B, Subsp.Onk(K), beserta jajaran Wakil Direktur, seluruh dokter, dan petugas piket IGD serta staf penanganan jantung yang terlibat.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

Dalam pertemuan itu, Direktur RSUD Bahteramas, dr. Saiful, memaparkan kronologis penanganan pasien secara rinci, termasuk melalui presentasi dari dokter yang bertugas.

Pasien Musafir Sahdatun (RM: 675207) dari Kabupaten Konawe, tiba di IGD RSUD Bahteramas pada Rabu, 5 November 2025, pukul 01.30 Wita, sebagai rujukan dari RSUD Konawe dengan diagnosis Chronic Coronary Syndrome.

Pasien dirujuk karena membutuhkan penanganan lanjut Spesialis Jantung dan tindakan CA Standby PCI (kateterisasi jantung bila perlu).

Menurut dr. Saiful, dokter jaga IGD, dr. Andi Sayyed, segera melakukan stabilisasi dan penanganan awal. Disebutkan bahwa pasien sempat meminta BAB di kamar mandi, meskipun telah diedukasi untuk tidak mengejan.

Setelah dari kamar mandi, pasien mengalami nyeri dada hebat.
Mengenai tindakan kateterisasi, dr. Andi Sayyed saat itu menjelaskan bahwa dr. Firman, Sp.JP sedang di luar kota, dan tindakan lebih lanjut akan berdasarkan instruksi dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), dr. Asmarani, Sp.JP, yang dihubungi via telepon.

Komisi IV DPRD Sultra Gelar RDP, Dugaan Kematian Pasien Jantung di RSUD Bahteramas
Direktur RSUD Bahteramas Kendari, dr. Muchammad Saiful, Sp.B, Subsp.Onk(K) Foto: MAS’UD

Pasien kemudian dipindahkan ke ruang ICCU pada pukul 10.35 WITA. DPJP, dr. Asmarani, sempat visite langsung pada pukul 13.07 WITA, mengedukasi keluarga, dan merencanakan tindakan Echocardiography control pada esok hari Kamis (6/11/2025), dikarenakan kondisi pasien yang sesak dan tidak dapat berbaring terlentang.

Kondisi pasien memburuk pada pukul 19.57 Wita dengan keluhan nyeri dada hebat, gelisah, dan sesak napas berat. Observasi menunjukkan tekanan darah tidak terbaca, Heart Rate 165x/menit, dan SpO2 84%.

Hanya berselang satu menit (pukul 19.58 Wita), pasien mengalami henti jantung dan henti napas. Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) segera dilakukan.

“Resusitasi, yang didampingi oleh DPJP dr. Asmarani, Sp.JP, berlangsung selama kurang lebih 50 menit. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil,” ungkap dr. Saiful.

“Pada pukul 20.48 Wita, setelah evaluasi, pasien dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Asmarani, Sp.JP, di hadapan perawat dan keluarga, yang menerima kondisi tersebut,” tutupnya.

Menyikapi penjelasan dari pihak RSUD Bahteramas, Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Andi Muhammad Saenuddin, memberikan kesimpulan RDP.

“RDP ini dilaksanakan karena berkaitan dengan kita ingin menjawab pertanyaan publik. Ada pemberitaan terkait dengan bagaimana menjelaskan kondisi pasien dari Unaaha atau rujukan dari RS Konawe,” jelas Andi Muhammad Saenuddin.
Ia menegaskan bahwa pihak RSUD Bahteramas telah menjelaskan secara komprehensif.

“Kesimpulannya yang pertama bahwa proses ya sebagaimana yang disampaikan bahwa karena tidak adanya dokter seharusnya tidak sepenuhnya benar karena setelah kami melihat bahwa ternyata proses penanganannya berjalan cukup baik dan sesuai dengan SOP rumah sakit,” tegas Ketua Komisi IV tersebut.

DPRD Sultra berkomitmen untuk menindaklanjuti proses-proses pendanaan guna meningkatkan fasilitas yang diharapkan dan disarankan untuk perbaikan layanan RSUD Bahteramas ke depannya.

RDP ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai standar operasional prosedur penanganan pasien rujukan dengan kondisi kritis di Sultra.

Selain Andi Muhammad Saenuddin hadir pula wakil ketua Komisi IV, Rosni, SE, Hj. Gunartin, H. Irfani Thalib dan Muh. Muโ€™thasim Saifullah.

PUBLISHER: MAS’UD