Berita UtamaFeaturePolitik

Suparjo: Membangun Jalan Perubahan dari Konawe Selatan

827
×

Suparjo: Membangun Jalan Perubahan dari Konawe Selatan

Sebarkan artikel ini

Suparjo: Membangun Jalan Perubahan dari Konawe Selatan

Klik 👆 dengar atau tonton video tiktonya 👇

Suparjo: Membangun Jalan Perubahan dari Konawe Selatan

Oleh: MAS’UD

Di antara riuh rendah politik Sulawesi Tenggara yang kian dinamis, satu nama perlahan menanjak menjadi pusat perhatian. Suparjo, S.Pd., M.Si. Sosok tenang dari bumi Konawe Selatan ini menapaki jalan politik dengan langkah yang tidak terburu-buru, tapi pasti seperti petani yang yakin setiap benih kerja kerasnya akan tumbuh pada waktunya.

Sebelum duduk di kursi DPRD Provinsi Sultra, Suparjo pernah berkhidmat di dunia yang lebih teknokratis. Sekretariat KPU Konawe Selatan. Dari balik meja administrasi pemilu, ia belajar tentang detail demokrasi, suara rakyat, angka-angka perhitungan, dan kesabaran menghadapi perbedaan. Namun, hati kecilnya tahu, suatu hari ia tak hanya ingin menghitung suara, tapi memperjuangkan suara.

Dan pada Pemilu 2024, keinginan itu menjadi kenyataan. Dari daerah pemilihan Konawe Selatan–Bombana, Suparjo melangkah ke gelanggang politik dan meraih 9.043 suara, angka yang tidak sekadar statistik, tapi bukti kepercayaan masyarakat terhadap sosok yang dikenal sederhana, lugas, dan jarang berjanji muluk.

Tanggal 15 Agustus 2025 menjadi titik balik baru. Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem memberi amanah besar. Suparjo ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Konawe Selatan.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍

Bagi sebagian orang, jabatan itu mungkin hanya rotasi politik. Tapi bagi Suparjo, itu adalah panggilan tanggung jawab dan medan juang yang lebih luas.

“Sebelum saya menjadi pucuk pimpinan saja saya bisa berbuat. Ke depan saya akan berjuang semaksimal mungkin. Kalau yang kemarin saya hanya menggunakan kekuatan 75%, sekarang saya akan gunakan 100%,” ujarnya mantap.

Sejak saat itu, ia mulai turun lebih sering ke lapangan, menemui kader di desa-desa, menghidupkan kembali semangat partai di kecamatan, dan membangun jejaring komunikasi di akar rumput. Ia tahu, mesin partai tidak bisa hanya hidup di ruang rapat, ia harus berdetak bersama denyut rakyat.

Sebagai Ketua DPD NasDem Konsel, Suparjo membawa target realistis. menambah perolehan kursi DPRD Provinsi dari satu menjadi dua kursi di dapil Konsel–Bombana. Di atas kertas, itu sekadar angka. Tapi di baliknya tersimpan kerja panjang, membangun strategi, mengasah soliditas, dan menghidupkan kepercayaan publik.

Baginya, politik bukan arena untuk beradu citra, tapi ruang untuk memberi manfaat nyata. Ia menaruh fokus pada dua hal penting:

1. Peningkatan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan penghubung desa,

2. Pemberdayaan sumber daya manusia, lewat pendidikan dan pelatihan masyarakat agar ekonomi lokal tumbuh dari bawah.

“Waktu dan pikiran akan saya wakafkan untuk masyarakat. Saya ingin suara mereka tidak hanya terdengar saat pemilu, tapi juga didengar dalam setiap kebijakan,” katanya dalam sebuah kesempatan kampanye.

Suparjo sadar, kemenangan di pemilu hanyalah awal dari perjalanan panjang. Ia kini diuji bukan soal seberapa banyak janji, tapi seberapa nyata bukti.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Sultra, ia harus membuktikan bahwa kehadirannya bukan sekadar simbol politik, melainkan jembatan aspirasi dari desa yang terisolasi, dari petani yang berharap pupuk terjangkau, dari guru yang menanti perhatian di pelosok.

Legitimasi politik yang ia peroleh dari ribuan pemilih kini bertransformasi menjadi dedikasi. Ia tahu, dalam dunia politik lokal yang keras dan kompetitif, reputasi adalah mata uang paling berharga.

Kini, di pundak Suparjo bertumpu dua peran besar, anggota legislatif dan ketua partai. Dua dunia yang saling menuntut, tapi juga saling menguatkan. Sebagai wakil rakyat, ia dituntut hadir untuk masyarakat. Sebagai ketua partai, ia harus memastikan mesin politik berjalan efektif menjelang Pemilu 2029.

Suparjo mungkin bukan politisi yang gemar tampil di layar, tapi langkahnya terasa di tanah Konsel. Dari rapat kecil di kantor partai hingga konsolidasi di pelosok desa, ia hadir bukan sekadar untuk berbicara tapi untuk mendengar, mencatat, dan menindaklanjuti.

Dan mungkin di sanalah kekuatannya, dalam ketenangan yang berisi, dalam kerja yang tak banyak bicara tapi terus bergerak.

Di panggung politik Sulawesi Tenggara yang kerap berubah arah, Suparjo memilih tetap berjalan di jalurnya sendiri, konsisten, sederhana, dan penuh niat baik. Bagi masyarakat Konawe Selatan, ia bukan hanya pejabat baru, tapi perwujudan harapan lama bahwa politik masih bisa dijalankan dengan kejujuran dan kerja nyata.

Dan seperti benih yang pernah ia tanam saat masih di KPU dulu, kini satu per satu mulai tumbuh, Kepercayaan, harapan dan sebuah keyakinan baru, bahwa perubahan bisa dimulai dari niat yang tulus.