
KENDARI, TEGAS.CO โ Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Oputa Yi Koo Kendari bersama BPJS Kesehatan Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin memantapkan langkahnya dalam mewujudkan cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC) pada tahun 2026.
Sebelum penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat, 21 November 2025 yang bertujuan memperkuat sinergi layanan kesehatan bagi masyarakat di Bumi Anoa, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan kunjungan langsung ke beberapa ruang poli serta ruang medis lainnya.
Penandatanganan ini mencakup dua agenda penting, MoU antara RS Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo Provinsi Sultra dengan BPJS Kesehatan, dan MoU Universal Health Coverage (UHC) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan BPJS Kesehatan.
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis.
Kerja sama ini diharapkan dapat Meningkatkan akses bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo.
Meningkatkan jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Provinsi Sultra. Mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat di Sultra.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Mempertahankan UHC dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik secara berkelanjutan.
Melalui penandatanganan MoU ini, RS Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo Provinsi Sultra sudah bisa menerima pasien dengan pembiayaan BPJS Kesehatan mulai tanggal 1 Desember 2025.
Upaya kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini telah diwujudkan dalam MoU yang ditandatangani pada hari ini.
Sebelumnya, rumah sakit yang diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan di kawasan timur Indonesia ini, telah membuka pelayanan rawat jalan dan IGD pada akhir tahun 2023, dan mulai melayani pasien rawat inap pada Februari 2024. Bahkan, pada November 2024 telah dilakukan operasi jantung pertama di rumah sakit tersebut.
RS Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan di Kawasan Timur Indonesia dengan layanan unggulan meliputi. Jantung dan Pembuluh Darah. Stroke. Uronefrologi.
Rumah sakit ini didukung oleh sarana dan prasarana berupa peralatan kesehatan berteknologi tinggi, salah satunya adalah Cathlab Hybrid yang dapat digunakan untuk melakukan bedah jantung dan bedah saraf.
RS ini memfokuskan pelayanan dengan persentase: 60% sesuai kekhususannya (Jantung dan Pembuluh Darah) dan 40% pelayanan kesehatan di luar kekhususannya.
Gubernur Sultra juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPJS Kesehatan yang telah membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta kepada seluruh pihak yang terlibat.
Universal Health Coverage (UHC) adalah sistem jaminan kesehatan yang memastikan semua orang, tanpa terkecuali, memiliki akses ke layanan kesehatan yang mereka butuhkan kapan saja, tanpa terhambat oleh masalah biaya.
Program ini bertujuan untuk menurunkan kesenjangan sosial dalam hal akses kesehatan, menjamin setiap individu memperoleh perawatan medis yang berkualitas, dan memastikan layanan kesehatan yang setara dan terjangkau.
MoU UHC yang ditandatangani pada hari ini adalah untuk cakupan tahun 2026. Gubernur mengajak semua pihak untuk terus menjaga komitmen dan bersinergi dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
PENULIS: MAS’UD