BaubauBerita Utama

Menuju Kota Cerdas dan Berbudaya, Balitbangda Baubau Gelar Lomba KTI 2025

943
×

Menuju Kota Cerdas dan Berbudaya, Balitbangda Baubau Gelar Lomba KTI 2025

Sebarkan artikel ini
Menuju Kota Cerdas dan Berbudaya, Balitbangda Baubau Gelar Lomba KTI 2025

TEGAS.CO, BAUBAU – Sebanyak 26 peserta dari kategori mahasiswa, umum, hingga pelajar SMA tampil mempresentasikan karya tulis ilmiah (KTI) terbaik mereka dalam ajang Lomba KTI Balitbangda Kota Baubau 2025.

Pelaksanaan presentasi dibagi ke dalam tiga sesi, dengan penilaian yang dipaparkan langsung oleh Dewan Juri, Ir. Nasruddin.

Nasruddin menjelaskan bahwa seluruh karya wajib menunjukkan ketajaman analisis, argumentasi penyelesaian masalah, serta dukungan data dan tinjauan pustaka yang kuat.

Ia menegaskan bahwa hasil penelitian peserta diharapkan dapat dikembangkan sebagai model pentahelix, sehingga mampu memberi kontribusi nyata bagi Pemkot Baubau dalam perumusan inovasi dan kebijakan berkelanjutan.

“Peserta kita sesuaikan dan bagi dalam tiga sesi presentasi. Penilaian kita fokus pada analisis, argumentasi, serta rekomendasi yang dapat diimplementasikan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Prof. Andi Tenri, berharap kegiatan ini melahirkan inovasi bermutu yang relevan dengan kebutuhan daerah. Ia menekankan pentingnya ide-ide segar yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

“Kami berharap lahir inovasi terbaik yang bukan hanya kreatif, tetapi memiliki gagasan kuat untuk pengembangan Kota Baubau,” terang Prof. Tenri.

Balitbangda menetapkan lima aspek utama dalam penilaian KTI, yaitu:

  1. Orisinalitas dan relevansi tema
  2. Kejelasan perumusan masalah dan tujuan
  3. Ketajaman analisis dan argumentasi
  4. Solusi serta rekomendasi yang aplikatif
  5. Tata tulis dan sistematika penulisan

Ragam Tema Karya Peserta
Peserta menyajikan karya bertema pembangunan budaya, digitalisasi, ekonomi kreatif, pendidikan, pelestarian kearifan lokal, mitigasi bencana, hingga inovasi teknologi.

Kategori Mahasiswa & Perguruan Tinggi
Tema-tema yang diangkat meliputi:

  • Jelajah Wolio Trip dan edukasi budaya
  • Ekowisata Benteng Keraton Wolio
  • Pemetaan sosial damai untuk pencegahan konflik
  • Digitalisasi UMKM berbasis kearifan lokal
  • Inovasi ekonomi kreatif untuk Baubau Berbudaya
  • Youth Cultural Leader dalam pelestarian Tenun Sulaa
  • Kolaborasi pentahelix untuk pelestarian budaya
  • Pengembangan SDM cerdas dan digital
    Pelestarian Subak di Baubau
  • Aplikasi mobile manajemen donor darah PMI
  • Wolio Playdate untuk tumbuh kembang anak

Kategori Umum (Praktisi, Dosen, Peneliti, ASN Dan Masyarakat Umum). Karya yang masuk di antaranya:

  • Revitalisasi kearifan lokal Baubau
  • Kompetisi digital “B-DEA” untuk guru
    Baubau Digital Nutrition
  • Kolaborasi pentahelix untuk UMKM
  • Integrasi pendekatan GLAM berbasis kearifan lokal
  • Ecomap Insight pengurangan emisi CO
  • Wolio Talent Centre bagi minat dan bakat pelajar

Kategori Pelajar SMA Se-Kota Baubau
Para pelajar menampilkan karya inovatif seperti:

  • Integrasi EPUB 3.0 dalam sistem pendidikan digital
  • Alat deteksi metana dari sampah TPA
  • Pemberdayaan penenun Bihia Wolio
  • Pelestarian budaya dan kearifan lokal
  • Pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket
  • Pengaruh tradisi Posuo terhadap identitas perempuan Buton
  • Reverse Vending Machine untuk pengelolaan sampah
  • Infrastruktur mitigasi bencana pesisir

Panitia Lomba Saifullah ST menyampaikan bahwa kami berharap lomba KTI tahun ini menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan budaya ilmiah sekaligus menjaring ide-ide segar dan Inovasi -Peneliti muda sebagai rekomendasi kebijakan pemerintah daerah.

Menghadirkan Dewan Juri Prof.Dr. Andi Tendri Machmud,M,Si, Ir Nasruddin, Dr Iradat Achmad, ST., M. Si dan Laode Kamaluddin Mursidi, SE.., M. Si, CTA, ACPA. sebagai Akademisi dan Praktisi yang akan menguji dan menilai karya presentasi peserta.

Semoga melalui hasil penelitian peserta,lahir inovasi yang dapat memperkuat sektor budaya, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Baubau yang cerdas, berbudaya, dan berkelanjutan.

Laporan: JSR