BaubauBerita Utama

Seminar Kelitbangan Baubau, Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Penelitian

1059
×

Seminar Kelitbangan Baubau, Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Penelitian

Sebarkan artikel ini
Seminar Kelitbangan Baubau, Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Penelitian

TEGAS.CO, BAUBAU – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Baubau menggelar Seminar Hasil-Hasil Kajian dan Kelitbangan dengan mengusung tema “Revitalisasi Kelitbangan Kota Baubau Guna Mendukung Terwujudnya Visi Baubau sebagai Kota Budaya yang Ramah, Cerdas, Sejahtera dan Bermartabat.”. Kamis (11/12/25)

PLH Sekretaris Daerah Kota Baubau, Dr. La Ode Darussalam, menegaskan bahwa penguatan fungsi kelitbangan merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan daerah memiliki dasar kajian yang kuat, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya pada Seminar Hasil-Hasil Kajian dan Kelitbangan yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Baubau, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas kinerja kelitbangan selama satu tahun terakhir.

“Apa yang dihasilkan hari ini menjadi bagian dari evaluasi kinerja kita selama setahun ini. Litbang telah berkontribusi menyediakan rekomendasi berbasis riset yang mendukung pembangunan daerah,” ujar Dr. Darussalam.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun mendatang, Litbang akan melebur bersama Bappeda sebagai salah satu bidang.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap mendorong agar kelembagaan Litbang ke depan dapat ditingkatkan menjadi BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) agar fungsi riset, inovasi, dan pengembangan kebijakan dapat diperkuat secara lebih optimal.

“Kami berharap Litbang tidak hanya menjadi bagian dari bidang di Bappeda, tetapi bisa berkembang menjadi BRIDA sehingga riset dan inovasi daerah semakin terstruktur dan berdaya guna,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri utama dari Kementerian Dalam Negeri, yakni Dr. Marsudi, S.E., M.Si, Penanggung Jawab Tim Penyusunan Perundang-undangan, Advokasi, dan Dokumentasi Informasi Hukum, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Dalam paparannya, Dr. Marsudi menegaskan bahwa kegiatan kelitbangan merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan modern.

Ia menilai bahwa Baubau memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan berbasis data dan inovasi, terlebih karena karakter budaya yang kuat dan sumber daya alam yang beragam.

“Kelitbangan adalah enabler dan katalis untuk memperkuat perencanaan, pengelolaan sumber daya, pelayanan publik, dan penegakan hukum. Daerah yang mampu memaksimalkan fungsi litbang akan lebih cepat mencapai visi pembangunan dan terhindar dari pemborosan anggaran,” ungkapnya dalam seminar tersebut.

Dr. Marsudi menjelaskan bahwa salah satu urgensi revitalisasi kelitbangan adalah memastikan kegiatan penelitian selaras dengan visi-misi kepala daerah.

Melalui pendekatan ilmiah, visi politik dapat diterjemahkan menjadi program-program teknis yang terukur dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa litbang bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pencapaian visi pembangunan, meningkatkan akurasi kebijakan dan program daerah,memperkuat akuntabilitas publik,serta membuka peluang investasi dan kolaborasi penelitian.

Dalam seminar ini juga dipaparkan tahapan strategis revitalisasi litbang, mulai dari pemetaan tema riset prioritas, penyusunan roadmap litbang daerah, eksekusi berbasis kolaborasi lintas sektor, hingga evaluasi pemanfaatan hasil kajian dalam kebijakan publik.

Balitbangda Baubau mengarahkan kajian pada isu-isu utama seperti penguatan SDM berbasis budaya Wolio, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM digital, modernisasi infrastruktur dan kawasan kota,tata kelola pemerintahan berbasis teknologi,serta lingkungan berkelanjutan dan mitigasi bencana.

Program-program tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi ilmiah bagi pembangunan Baubau yang beridentitas budaya, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Laporan: JSR