BaubauBerita Utama

KSOP Baubau Perketat Pengawasan Pelayaran Antisipasi Cuaca Ekstrem

1151
×

KSOP Baubau Perketat Pengawasan Pelayaran Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
KSOP Baubau Perketat Pengawasan Pelayaran Antisipasi Cuaca Ekstrem

TEGAS.CO, BAUBAU – Demi menjamin keselamatan kru kapal, penumpang, dan barang di tengah potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau memperketat pengawasan pelayaran sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Perwira Jaga KSOP Kelas II Baubau, Marlina, menjelaskan bahwa setiap kapal yang akan diberangkatkan wajib melalui pemeriksaan menyeluruh sebelum diterbitkannya Surat Perintah Berlayar (SPB). Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik kapal, kelengkapan dokumen, kesiapan alat keselamatan, hingga analisis jalur pelayaran yang akan dilalui.

“Setiap kapal sebelum berangkat kami lakukan pengecekan. Contohnya kapal dari Baubau menuju Wakatobi, kami pastikan terlebih dahulu alur pelayaran yang akan dilewati aman. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, barulah kami menerbitkan Surat Perintah Berlayar,” ujar Marlina saat ditemui di kantor KSOP Kelas II Baubau, Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan, penerbitan SPB merupakan bukti bahwa kapal telah memenuhi seluruh ketentuan keselamatan pelayaran sesuai SOP. Namun, pengawasan tidak berhenti pada saat kapal diberangkatkan.

“Setelah kapal berlayar, kami tetap melakukan pemantauan kondisi cuaca secara berkala setiap 30 menit sampai kapal tiba di pelabuhan tujuan dengan selamat,” jelasnya.

Menurut Marlina, apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman, pihak KSOP Kelas II Baubau tidak segan untuk menunda keberangkatan kapal guna menghindari potensi kecelakaan laut.

“Dalam satu bulan terakhir, setiap pemberangkatan kapal selalu kami awasi secara ketat, terutama dengan kondisi cuaca yang cukup fluktuatif. Jika cuaca kurang baik, kapal tidak kami izinkan berangkat dan harus menunggu hingga kondisi dinyatakan aman,” katanya.

Langkah ini sejalan dengan peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa wilayah perairan Sulawesi Tenggara berpotensi mengalami cuaca ekstrem, hujan lebat, serta gelombang tinggi pada periode Desember hingga Januari akibat pengaruh musim barat.

Selain faktor cuaca, KSOP Kelas II Baubau juga memastikan seluruh alat keselamatan kapal tersedia dan berfungsi optimal, seperti jaket pelampung, rakit penolong, dan peralatan keselamatan lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara intensif pada setiap keberangkatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut.

Marlina menambahkan, sejauh ini para pemilik kapal dan awak kapal dinilai cukup kooperatif serta patuh terhadap arahan petugas.

“Tidak ada pemilik kapal maupun awak kapal yang mengabaikan imbauan kami. Mereka memahami bahwa seluruh prosedur ini dilakukan semata-mata demi keselamatan kru kapal, penumpang, dan barang,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak KSOP Kelas II Baubau tetap mengimbau seluruh pemilik kapal dan nakhoda agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca, memastikan kelengkapan alat keselamatan, serta menjalin koordinasi aktif dengan petugas KSOP sebelum dan selama pelayaran.

“Harapannya, seluruh aktivitas pelayaran dari pelabuhan keberangkatan hingga pelabuhan tujuan dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali,” pungkas Marlina.

Laporan: JSR

Editor: Yusrif