BaubauBerita Utama

HAB Kemenag ke-80, Wali Kota Baubau: Kerukunan Adalah Energi Bangsa

890
×

HAB Kemenag ke-80, Wali Kota Baubau: Kerukunan Adalah Energi Bangsa

Sebarkan artikel ini
HAB Kemenag ke-80, Wali Kota Baubau: Kerukunan Adalah Energi Bangsa

TEGAS.CO, BAUBAU – Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kota Baubau digelar di Lapangan Upacara Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, Sabtu (3/1/2025). Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, bertindak sebagai Pembina Upacara.

Upacara tersebut dihadiri Plt Ka.Kemenag Khairiyati Rahmah, S. Hi,. M. Hi beserta jajaran, unsur Forkopimda Kota Baubau, Penjabat Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam, S.Sos., M.Si. yang mewakili Ketua DPRD Kota Baubau Drs. H. Masri, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Ketua TP PKK Kota Baubau Hj. Sitti Aryati Yusran, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Baubau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta peserta upacara lainnya.

Dalam amanatnya, Wali Kota Baubau membacakan sambutan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Disebutkan bahwa peringatan HAB tahun 2026 mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan bangsa.

Menurutnya, kehadiran Kementerian Agama sejak awal berdiri bukan hanya didorong oleh kebutuhan sosiologis, tetapi merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk.

Republik Indonesia dibangun atas sinergi seluruh komponen bangsa, bukan oleh satu golongan tertentu. Oleh karena itu, Kemenag diharapkan terus berkontribusi dalam membina kehidupan keagamaan yang damai serta mewujudkan masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.

“Kementerian Agama didirikan sebagai nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Saat ini, perannya semakin luas dan krusial, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat, sehingga agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, sepanjang tahun 2025 Kementerian Agama telah berupaya membangun fondasi Kemenag Berdampak melalui kerja nyata yang manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.

Salah satunya melalui transformasi digital secara masif yang menghadirkan layanan keagamaan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.

Selain itu, Kemenag juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren serta berbagai program pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma atau kolekte, dana punia, dana paramita, dan dana kebajikan.

Program-program tersebut dinilai tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat secara luas.

Laporan: JSR