Berita UtamaKendari

Pemkot Kendari Sampaikan Permohonan Maaf, Ungkap Tiga Penyebab Tumpukan Sampah di TPS

958
×

Pemkot Kendari Sampaikan Permohonan Maaf, Ungkap Tiga Penyebab Tumpukan Sampah di TPS

Sebarkan artikel ini
Pemkot Kendari Sampaikan Permohonan Maaf, Ungkap Tiga Penyebab Tumpukan Sampah di TPS
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda,

KENDARI, TEGAS.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat terkait fenomena penumpukan sampah yang meluber di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) belakangan ini.

Pemerintah memastikan kondisi tersebut bukanlah unsur kesengajaan, melainkan dampak dari akumulasi sejumlah kendala teknis di lapangan yang terjadi secara bersamaan pada awal tahun ini.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, membeberkan faktor utama penyebab keterlambatan pengangkutan tersebut.

Salah satunya adalah proses transisi atau peralihan kewenangan pengelolaan kebersihan yang kini diserahkan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) langsung ke pihak pemerintah kecamatan.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

“Peralihan tanggung jawab dari DLHK ke kecamatan tentu membutuhkan adaptasi. Petugas teknis di lapangan saat ini masih melakukan penyesuaian pola kerja dan sistem pengangkutan yang baru,” jelas Sahuriyanto dalam keterangan persnya.

Selain masalah adaptasi regulasi, kendala operasional armada juga menjadi sorotan.

Sahuriyanto mengakui adanya hambatan pada ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi truk pengangkut.

Hal ini merupakan konsekuensi dari siklus awal tahun anggaran di mana proses administrasi penyediaan logistik belum sepenuhnya tuntas.

“Ketersediaan BBM belum sepenuhnya terpenuhi karena masih dalam proses peralihan dan penyesuaian awal tahun. Ini menjadi salah satu kendala teknis yang sedang kami kebut penyelesaiannya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” paparnya.

Faktor ketiga yang turut berkontribusi adalah momen libur Tahun Baru.

Sahuriyanto menyebutkan bahwa sebagian petugas kebersihan mengambil waktu libur, yang berdampak pada berkurangnya personel saat volume sampah justru sedang meningkat.

“Petugas pemungut sampah kita juga menikmati libur Tahun Baru. Ini kondisi manusiawi yang tidak bisa dihindari, sehingga penumpukan di beberapa TPS sempat terjadi,” tutupnya.

PUBLISHER: MAS’UD