
TEGAS.CO, MUNA BARAT — Perkembangan usaha kopi lokal di Kabupaten Muna Barat menunjukkan tren positif. Sejumlah warung kopi, kedai kecil, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kopi mulai tumbuh di berbagai wilayah.
Fenomena ini dinilai tidak hanya sebagai tren gaya hidup, tetapi juga peluang strategis untuk mengembangkan ruang literasi dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu konsep yang mulai diperkenalkan adalah Corner Coffee Literasi UMKM Muna Barat, yakni pemanfaatan sudut-sudut kedai kopi sebagai ruang edukasi informal bagi masyarakat. Konsep ini memadukan budaya ngopi dengan aktivitas literasi, diskusi, dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM.
Pengusaha kopi Muna Barat, Muhammad Arsyad, S.E., menyampaikan bahwa kopi selama ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
“Secangkir kopi sering menjadi teman berdiskusi, bertukar pikiran, dan membangun kebersamaan. Suasana ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang santai dan inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, literasi saat ini tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi ekonomi, digital, dan kewirausahaan.
Melalui Corner Coffee Literasi, masyarakat dapat berdiskusi mengenai pemasaran digital, pengelolaan keuangan usaha, hingga promosi produk lokal tanpa harus berada dalam suasana belajar formal.
UMKM sendiri merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi keterbatasan akses informasi dan jejaring.
Kehadiran Corner Coffee Literasi diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tersebut melalui ruang interaksi yang terbuka dan edukatif.
Selain sebagai ruang diskusi, Corner Coffee juga berfungsi sebagai media promosi produk lokal. Berbagai produk UMKM, seperti kopi khas daerah, makanan ringan, hingga kerajinan lokal, dapat diperkenalkan dalam satu ruang yang sama. Dukungan fasilitas seperti Wi-Fi gratis dan sudut baca dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas literasi dan kewirausahaan.
Pemerintah Kabupaten Muna Barat pun menaruh perhatian pada sinergi antara literasi dan UMKM sebagai bagian dari pembangunan manusia yang berkelanjutan. Ke depan, konsep Corner Coffee Literasi direncanakan dapat dikembangkan di desa-desa, perpustakaan, kantor pelayanan publik, hingga ruang komunitas.
Meski demikian, Muhammad Arsyad menegaskan bahwa kopi hanya menjadi sarana pendukung.
“Budaya literasi tetap bertumpu pada kesadaran masyarakat untuk terus belajar dan berkembang. Konsumsi kopi pun harus tetap seimbang agar manfaatnya tetap positif,” katanya.
Penulis : Sukmawati C1D323129, Sitii Marselina Nirwana C1D323127, Farhan Ardiansyah
Public share : Amran solasi