
TEGAS.CO, BAUBAU – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Wakapolda Sultra), Brigjen Pol Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus tinjauan ke situs budaya Benteng Keraton sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan pengelola warisan budaya di wilayah Sultra.
Kunjungan ini disambut hangat oleh Wawan Erwiyansyah, Pemandu Wisata Media Center Benteng Keraton Buton, yang turut hadir menyampaikan paparan tentang sejarah, nilai budaya, serta program pelestarian yang tengah dijalankan di situs bersejarah tersebut.
Dalam keterangannya, Wakapolda Sultra menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kelestarian aset budaya negeri melalui kerja sama yang erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.
Ia mengatakan bahwa kekayaan budaya bukan hanya milik generasi saat ini, tetapi juga amanah bagi generasi mendatang agar tetap lestari.
“Kunjungan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam mendukung pelestarian situs budaya serta menjaga keamanan sehingga masyarakat dapat menikmati dan mengambil manfaat dari kekayaan sejarah ini,” ujar Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan.
Selain meninjau Benteng Keraton, Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan berkesempatan melihat dan mengenal sejumlah situs sejarah, antara lain Batu Popaua, Samparaja (Jangkar), Kasulana Tombi, Baruga, Masjid Agung Keraton Buton, Makam Murhum, Batu Wolio, serta Bastion dan Lawana Wandailolo.
Di setiap lokasi, Wakapolda menanyakan asal-usul dan makna historisnya, sambil mendengarkan penjelasan tentang mitos dan cerita tradisional yang melekat pada masing-masing tempat.
Wawan Erwiyansyah, Pemandu Wisata Media Center Benteng Keraton Buton, menambahkan, kehadiran Wakapolda Sultra merupakan momentum penting bagi Benteng Keraton, yang tetap mempertahankan sejarah dan narasi budaya bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Kunjungan ini menjadi semacam brand ambassador yang memberikan kesan positif dan daya tarik bagi publik, sekaligus kebanggaan bagi kami bisa menyambut dan menemani beliau menyelami narasi mitos budaya yang telah berlangsung sejak masa lampau,” ujarnya
Laporan: JSR