Berita UtamaPendidikanSultra

Di Balik Terpilihnya Abdul Rahman Nakhodai Reuni Akbar Unsultra 2026

×

Di Balik Terpilihnya Abdul Rahman Nakhodai Reuni Akbar Unsultra 2026

Sebarkan artikel ini
Di Balik Terpilihnya Abdul Rahman Nakhodai Reuni Akbar Unsultra 2026
Dr. Abdul Rahman, S.H., M.H., (Tengah) Didampingi Masdin Marzuki (Teknik/kiri) dan Abd. Azis Senong (Sosial/kanan) sebagai sekretaris dan wakil sekretaris

Oleh: MAS’UD, SH., C.M.L.C

Terpilihnya Dr. Abdul Rahman, S.H., M.H., secara aklamasi sebagai Ketua Panitia Reuni Akbar Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) 2026 pada Sabtu (17/01/2026), bukanlah sekadar rotasi kepanitiaan biasa.

Peristiwa ini mengirimkan sinyal kuat bahwa alumni “Kampus Merah Maron” sedang bersiap untuk melakukan konsolidasi besar-besaran yang lebih dari sekadar temu kangen.

Mengapa pemilihan ini menjadi strategis? Berikut adalah catatan penting dari peristiwa tersebut:

1. Simbol Persatuan Lintas Generasi

Persetujuan aklamasi dalam sebuah forum musyawarah seringkali sulit dicapai, apalagi melibatkan rentang angkatan yang sangat lebar, mulai dari angkatan 1986 hingga 2025.

Hadirnya Abdul Rahman, sosok pengacara kondang yang juga tokoh masyarakat, menjadi “titik temu” yang efektif.

Ia dianggap mampu menjembatani gap komunikasi antara alumni senior yang sarat pengalaman dengan alumni muda (Gen Z) yang penuh energi.

Representasi lima fakultas utama (Teknik, Hukum, Pertanian, Fisipol, Ekonomi) plus FKIP di bawah kepemimpinannya menandakan bahwa ego sektoral fakultas berhasil diredam demi satu nama besar: Unsultra.

2. Transformasi dari Nostalgia ke Sinergi

Poin paling menarik dari pidato Abdul Rahman pasca-terpilih adalah penegasannya mengenai visi reuni. Ia secara eksplisit menolak reuni yang hanya berakhir pada seremonial dan hura-hura.

“Alumni harus bisa memberikan manfaat, baik bagi kampus maupun masyarakat luas.”

Pernyataan ini mengubah paradigma Reuni Akbar April 2026 nanti.

Reuni ini diproyeksikan menjadi ajang networking profesional, tukar gagasan, dan kontribusi riil bagi almamater.

Di era modern, kekuatan sebuah universitas tidak hanya diukur dari gedung atau kurikulumnya, melainkan dari seberapa kuat jejaring alumninya di dunia kerja. Abdul Rahman tampaknya sangat memahami hal ini.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

3. Komposisi Tim yang Solid

Didampingi oleh Masdin Marzuki (Teknik) dan Abd. Azis Senong (Sosial) sebagai sekretaris dan wakil sekretaris, struktur ini mencerminkan keseimbangan antara pemikiran teknokratis dan pendekatan sosiologis.

Ini adalah modal penting untuk mengorganisir ribuan alumni dengan latar belakang yang beragam.

Reuni Akbar yang dijadwalkan pada April 2026 kini bukan lagi sekadar tanggal di kalender.

Di tangan Abdul Rahman, ini adalah pertaruhan reputasi dan pembuktian soliditas.

Publik kini menanti, apakah “Panggung Alumni” nanti benar-benar akan menjadi panggung kolaborasi yang melahirkan ide-ide besar bagi pembangunan Sulawesi Tenggara, atau sekadar panggung hiburan semata?

Melihat antusiasme peserta musyawarah dan rekam jejak sang ketua terpilih, optimisme itu sangat beralasan.

Selamat bekerja Dr. Abdul Rahman, bangkitkan potensi raksasa tidur dari Kampus Merah Maron.