Example floating
Example floating
Berita UtamaKendari

Januari 2026 Call Center 112 Kendari Kebanjiran 4.300 Panggilan, “Prank” Masih Jadi Tantangan

×

Januari 2026 Call Center 112 Kendari Kebanjiran 4.300 Panggilan, “Prank” Masih Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Januari 2026 Call Center 112 Kendari Kebanjiran 4.300 Panggilan, "Prank" Masih Jadi Tantangan
ILUSTRASI

KENDARI, TEGAS.CO – Membuka lembaran tahun 2026, denyut nadi layanan darurat Kota Kendari menunjukkan intensitas tinggi. Layanan Call Center 112 Kendari mencatatkan rekor aktivitas yang padat sepanjang Januari, dengan total 4.336 panggilan masuk.

Angka ini menjadi indikator kuat bahwa layanan bebas pulsa ini telah menjadi tumpuan utama masyarakat Kendari dalam situasi darurat.

Iklan Mas'ud

Namun, di balik tingginya partisipasi publik, tantangan klasik berupa panggilan iseng (prank) dan ghost call masih membayangi efektivitas layanan.

Berdasarkan data resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, dari total ribuan panggilan tersebut, efektivitas penyaringan cukup teruji yaitu, Panggilan Valid sebanyak 3.308 panggilan (76%), Benar-benar membutuhkan bantuan atau informasi.

Januari 2026: Call Center 112 Kendari Kebanjiran 4.300 Panggilan, "Prank" Masih Jadi Tantangan
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda

Panggilan Tidak Valid sebanyak 1.028 panggilan, tergolong prank, iseng, atau ghost call.

Ribuan panggilan valid tersebut kemudian dikerucutkan menjadi 289 tiket laporan kejadian yang langsung didisposisikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi teknis terkait untuk eksekusi di lapangan.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengungkapkan, respons penanganan laporan terus dipacu.

Hingga akhir Januari, statistik penyelesaian laporan tercatat sebagai berikut, selesai Ditangani 169 laporan (58%). Dalam Proses: 120 laporan.

“Data ini menunjukkan masyarakat sudah sangat aktif memanfaatkan layanan 112. Tinggal bagaimana respons instansi teknis di lapangan bisa semakin cepat agar seluruh laporan dapat segera ditangani,” tegas Sahuriyanto.

Sorotan positif patut diberikan kepada sejumlah instansi yang mencatatkan tingkat penyelesaian laporan 100 persen, antara lain, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), menuntaskan 12 kasus.

Dinas Sosial (Dinsos), menuntaskan 13 kasus. Kepolisian (Polres) & PLN, menindaklanjuti seluruh laporan yang masuk tanpa sisa.

Sementara itu, BPBD juga menunjukkan performa impresif dengan menyelesaikan 23 dari total 25 laporan yang diterima.

Sepanjang Januari 2026, tren laporan masyarakat didominasi oleh masalah infrastruktur kota dan lingkungan.

Tiga masalah teratas yang paling banyak dilaporkan adalah, Penerangan Jalan Umum (LPJU) 55 kasus (Permintaan perbaikan lampu jalan).

Penebangan Pohon, 54 kasus (Permintaan perapian pohon rawan tumbang), Gangguan Listrik 48 kasus.

Selain tiga isu utama tersebut, Call Center 112 juga menangani laporan terkait pohon tumbang, tumpukan sampah, hingga gangguan keamanan dan ketertiban umum (Trantibum).

Tingginya angka interaksi ini menjadi sinyal positif bagi Pemerintah Kota Kendari untuk terus meningkatkan kapasitas layanan, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar menggunakan saluran darurat ini dengan bijak demi keselamatan bersama.

PUBLISHER: MAS’UD