Berita UtamaKendariPolitikSultra

Salam Sahadia Gabung Hanura Sultra

×

Salam Sahadia Gabung Hanura Sultra

Sebarkan artikel ini
Salam Sahadia Gabung Hanura Sultra
Salam Sahadia (kiri)

KENDARI, TEGAS.CO, Kamis 5 Februari 2026 โ€“ Politisi senior, Salam Sahadia, akhirnya resmi melabuhkan pilihan politiknya ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Keputusan ini diambil setelah melihat potensi besar partai tersebut di bawah kepemimpinan Ketua DPD Hanura Sultra saat ini, H. Fajar Ishak Daeng Jaya.

Salam mengungkapkan, alasan utamanya bergabung adalah naluri politik dan kekagumannya terhadap strategi rekrutmen Ketua DPD Hanura Sultra.

“Pertama ini adalah pilihan politik. Kemudian Ketua DPD Hanura memang orang yang pintar mencari kader. Setelah melihat potensi yang bisa mendapatkan suara Hanura, seperti tagline-nya ‘Lumbung Hanura adalah lumbung suara di Sultra’, beliau datang memberikan penghormatan dan penghargaan terhadap saya secara pribadi,” ujar Salam saat ditemui di Kendari.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

Ia menambahkan, hubungan pertemanan dengan Ketua DPD Hanura juga menjadi faktor pendorong, sehingga tidak ada alasan baginya untuk menolak bergabung.

Mengenai langkah politik ke depan, Salam Sahadia memetakan tiga potensi besar yang sedang ia lirik, yakni kursi legislatif (DPRD Provinsi), kursi Bupati, atau kursi di DPR RI.

Namun, ia memberikan sinyal kuat untuk bertarung di pemilihan kepala daerah.

“Komitmen politik saya dengan bergabung dengan Hanura, mungkin kita akan turut meramaikan bursa jadi calon Kepala Daerah,” tegasnya.

Keyakinan Salam bukan tanpa dasar. Ia merefleksikan pengalaman politik sebelumnya, di mana ia mampu meraup suara signifikan meski tanpa kampanye maksimal.

“Kalau urusan DPR, saya kemarin tidak turun kampanye pun suara saya 10.000, hampir satu kursi sendiri. Apalagi hari ini saya berada di Hanura, pasti mesin partainya berjalan dengan baik, proses rekrutmen berjalan baik, saya yakin kalau hanya suara di Dapil yang saya pernah calon, pasti ada,” jelasnya.

Terkait strategi pemenangan, Salam menyebut, pendekatannya bersifat kondisional. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang berbeda-beda menyesuaikan dengan kultur, sosiologi, antropologi, dan psikologi masyarakat di wilayah pemilihan.

“Strategi itu kondisional. Masing-masing beda kultur, beda sosiolog, beda antropolog, beda psikologinya, sehingga masing-masing kita berdasarkan pendekatan kewilayahan,” pungkasnya.

PUBLISHER: MAS’UD