
TEGAS.CO, BAUBAU – Pasca banjir yang melanda persawahan di Kelurahan Waliabuku dan Ngkari-Ngkari, Kecamatan Bungi pada Sabtu (21/02/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau bergerak cepat untuk menanggulangi dampak dan memperbaiki infrastruktur pengairan.
Pada Minggu (22/02/2026), Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau Ibnu Wahid, ST, MM, Camat Bungi Hasrun, SIP, Kabag Protokoler, Lurah Waliabuku, dan Babinkantibmas meninjau langsung lokasi terdampak.
Dari peninjauan, Wali Kota menyatakan penyumbatan di titik hilir saluran irigasi sebagai penyebab utama meluapnya air ke lahan persawahan. Tumpukan ranting kayu, sampah, dan sedimen yang menumpuk mengurangi kapasitas saluran, sehingga air cepat meluap saat curah hujan tinggi.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ππππ
βKita perlu melakukan pembenahan, khususnya di ujung pengairan. Pembersihan ranting dan pengerukan sedimen harus dilakukan agar banjir serupa tidak terulang,β tegas H. Yusran Fahim.
Wilayah Waliabuku dan Ngkari-Ngkari memang dikenal rawan banjir, terutama saat musim hujan atau ketika saluran irigasi tidak rutin dibersihkan. Meski demikian, Wali Kota menekankan banjir kali ini tidak menimbulkan kerugian signifikan pada sektor pertanian.
Sebagian besar lahan baru memasuki masa tanam dengan usia tanaman yang masih muda, sehingga risiko gagal panen relatif rendah.
Stok pangan di Kota Baubau pun tetap aman berkat hasil panen beberapa bulan terakhir. Harga gabah di tingkat petani stabil, berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, yang diharapkan dapat terus terjaga atau meningkat untuk mendukung kesejahteraan petani.
Pemkot Baubau menegaskan komitmennya melakukan pembenahan saluran irigasi sebagai langkah preventif, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi pertanian di wilayah yang rawan banjir ini.
JSR
