Berita UtamaKendariKesehatanPendidikanSultra

Anggota Komisi IV DPRD Sultra Beri Materi Kuliah Farmasi di UHO Kendari

×

Anggota Komisi IV DPRD Sultra Beri Materi Kuliah Farmasi di UHO Kendari

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Sultra Beri Materi Kuliah Farmasi di UHO Kendari
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisi IV, Apt. Dra. Hj. Harmawati, M.Kes, sebagai pemateri utama

KENDARI, TEGAS.CO – Program Studi Pendidikan Apoteker Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kuliah pakar bertajuk “Apoteker dalam Kebijakan Publik: Dari Praktek Kefarmasian Menuju Kepemimpinan Strategis di Daerah” pada tahun 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisi IV, Apt. Dra. Hj. Harmawati, M.Kes, sebagai pemateri utama.

Iklan NasDem Sultra

Dalam paparannya, Hj. Harmawati menekankan bahwa apoteker memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar pemberi pelayanan obat di apotek atau rumah sakit.

Menurutnya, apoteker harus mulai berani masuk ke dalam ruang kebijakan publik karena kebijakanlah yang menentukan akses, mutu, harga obat, hingga arah pembangunan kesehatan daerah.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

“Apoteker bukan sekadar ‘penjaga apotek’. Kita harus menjadi bagian dari pengambil kebijakan agar masalah-masalah seperti kekosongan obat di Puskesmas, tingginya angka stunting, hingga peredaran obat ilegal dapat diatasi melalui regulasi yang tepat,” ujar mantan Ketua Pengurus Daerah IAI Sultra tiga periode tersebut.

Ia juga menjelaskan tiga fungsi utama DPRD, legislasi, anggaran, dan pengawasan yang sangat membutuhkan perspektif seorang apoteker.

Peran tersebut penting dalam mengawal regulasi bidang kesehatan, memastikan anggaran kesehatan berpihak pada masyarakat, serta mengawasi program jaminan ketersediaan obat, termasuk untuk pengendalian stunting.

Anggota Komisi IV DPRD Sultra Beri Materi Kuliah Farmasi di UHO Kendari
Anggota Komisi IV DPRD Sultra Beri Materi Kuliah Farmasi di UHO Kendari

Lebih lanjut, Harmawati mendorong mahasiswa apoteker sebagai generasi muda untuk bertransformasi menjadi pemimpin strategis yang memiliki kompetensi komunikasi publik dan keberanian bersuara.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara kampus sebagai pusat riset, organisasi profesi sebagai penjaga etika, dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan.

“Jadilah apoteker yang berintegritas dan peduli pada masalah sosial. Jangan membatasi diri, karena apoteker bisa berkontribusi langsung bagi daerah dan bangsa melalui jalur kebijakan,” pesannya kepada para mahasiswa.

Kuliah pakar ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa agar tidak hanya fokus pada praktik kefarmasian klinis, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dan pemimpin di sektor kesehatan masa depan demi mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

PUBLISHER: MAS’UD