
KOLAKA, TEGAS.CO โ Pesisir Pantai Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, mendadak mencekam pada Selasa pagi (3/2/2026).
Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) sepanjang kurang lebih delapan meter ditemukan terdampar dalam kondisi tak bernyawa.
Fenomena ini kini berubah menjadi ancaman biologis serius yang menghantui warga setempat.
Risiko Ledakan Gas Metana
Kondisi bangkai yang mulai memasuki fase pembusukan memicu kekhawatiran teknis.
Secara biologis, proses dekomposisi di dalam perut mamalia laut sebesar ini menghasilkan akumulasi gas yang berbahaya.
Proses pembusukan menghasilkan gas metana (CH_4) dan hidrogen sulfida (H_2S).
Gas-gas tersebut terperangkap di bawah lapisan lemak (blubber) yang tebal.
Jika tekanan gas tidak dikelola secara medis dan teknis, bangkai tersebut berisiko meledak dan menyebarkan material organik ke area sekitar.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Bahaya Patogen dan Pencemaran Lingkungan
Selain risiko fisik, cairan tubuh yang keluar dari pori-pori kulit paus yang membusuk mengandung bakteri anaerob berbahaya.
Ahli kelautan di lokasi menekankan bahwa setiap detik keterlambatan penanganan akan meningkatkan risiko penyebaran patogen.
Cairan hasil pembusukan ini berpotensi merusak kualitas air di sekitar pesisir Desa Totobo.
Menjadi sumber penyakit melalui kontak langsung maupun partikel yang terhirup melalui udara.
Lokasi penemuan yang sangat dekat dengan jalan utama By Pass Poros Kolaka-Pomalaa meningkatkan risiko paparan bau busuk terhadap pengguna jalan dengan mobilitas tinggi.
Warga Desa Totobo mulai merasa waswas dan mendesak pihak keamanan untuk melakukan isolasi area secara ketat.
Warga meminta agar lokasi tersebut tidak dijadikan objek tontonan atau swafoto demi keselamatan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kolaka kini dituntut bergerak taktis sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan mamalia laut terdampar.
Terdapat tiga opsi utama yang sedang dipertimbangkan yakni, menggunakan alat berat untuk mengubur bangkai di area pasang surut yang aman.
Metode untuk mematikan bakteri secara tuntas, meski sulit dilakukan untuk ukuran delapan meter.
Menarik bangkai ke laut dalam dengan pemberat agar menjadi sumber nutrisi ekosistem laut.
Situasi di Pantai Totobo saat ini adalah perlombaan dengan waktu. Jika evakuasi teknis tidak segera dilakukan, sisa-sisa dekomposisi dipastikan akan meresap ke dalam pasir pantai dan mencemari ekosistem pesisir dalam jangka panjang.
PUBLISHER: MAS’UD
