
TEGAS.CO, WAKATOBI –
Upaya Perusahaan air minum daerah (Perumda) Tirta Wakatobi melakukan langkah penertiban ke sejumlah pelanggan PDAM yang menunggak khususnya di wilayah Wungka, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan menuai apresiasi, juga mengundang tanya warga.
Pasalnya, hal itu dilakukan pasca aksi protes warga menyoal tarif air PDAM yang naik.
“Kita apresiasi (pemutusan sementara) itu, tapi harus merata. Masa hanya kami di desa pegunungan yang dikenai (sanksi) pemutusan sambungan,” ucap Dariono, Selasa (10/3/2026).
Ia pun menganggap bahwa pemutusan sambungan air untuk sementara bagi pelanggan yang menunggak di wilayah Wungka itu bentuk tebang pilih pihak Perumda.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
“Bagaimana pelanggan yang di kota ada yang menunggak bertahun-tahun tapi tidak mendapat perlakuan yang sama?,” tukasnya.
Ditempat berbeda, Dirut Perumda Tirta Wakatobi, Amin menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan pertama kali diterapkan.
Sejatinya, kata dia, kebijakan itu bukan hal baru, namun sudah sejak lama diterapkan.
“Mengapa wilayah Wungka? Sebab, menurut saya, selama ini pelanggan di Wungka agak cukup bagus. Kami akan jadikan Wungka sebagai wilayah percontohan,” kata Amin, Rabu (11/3/2026).
Selain wilayah Wungka, pihaknya juga sudah melakukan upaya penertiban pelanggan di Desa Pookambua.
Amin menjelaskan bahwa langkah penertiban sambungan air ke pelanggan PDAM yang menunggak itu secara bertahap akan dijalankan pihaknya.
“Untuk saat ini kami sisir wilayah pengunungan. Nanti akan berlanjut. Ini akan berjalan kontinu,” ujarnya.
Laporan: Rusdin