
TEGAS.CO., KENDARI — Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar lokakarya kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kamis (12/3/2026), di Restoran Fajar, Kendari.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) ini mengangkat tema “Adaptasi Kurikulum Program Studi Jurnalistik dalam Ekosistem AI yang Dinamis, Adaptif, Kreatif, dan Responsif.”
Ketua Program Studi Jurnalistik UHO, Marsia Sumule Genggong, S.Sos., M.I.Kom, mengatakan lokakarya kurikulum merupakan kegiatan penting dalam dunia akademik untuk meninjau kembali kurikulum yang sedang berjalan agar tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Menurutnya, proses evaluasi ini bertujuan memastikan mata kuliah yang diajarkan kepada mahasiswa mampu menghasilkan lulusan yang profesional dan siap menghadapi tantangan industri media yang terus berubah.
“Lokakarya kurikulum ini bertujuan melakukan peninjauan kembali kurikulum yang sementara berjalan agar nantinya sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja,” ujar Marsia.
Ia menjelaskan, kurikulum Prodi Jurnalistik dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam menghadapi era digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Melalui pendekatan Outcome-Based Education, proses pembelajaran difokuskan pada hasil atau kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya dari seluruh rangkaian kurikulum yang diberikan, mahasiswa bisa menjadi jurnalis yang profesional, adaptif, dan kreatif, terutama dalam menghadapi ekosistem AI yang berkembang saat ini,” jelasnya.
Marsia menambahkan, lokakarya tersebut juga menghadirkan masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dari asosiasi ilmu komunikasi dan praktisi media. Mereka memberikan saran agar kurikulum yang diterapkan lebih aplikatif dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan digitalisasi.
Masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi tim dosen dalam merancang serta menyesuaikan mata kuliah yang ada di Program Studi Jurnalistik.
“Tim dosen nanti akan menggodok mata kuliah yang sudah ada, kemudian menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia profesi jurnalistik,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan perubahan kurikulum tidak akan dilakukan secara menyeluruh, melainkan difokuskan pada mata kuliah yang dianggap paling mendesak untuk disesuaikan dengan perkembangan teknologi digital.
Selain membahas pengembangan kurikulum, Marsia juga menyampaikan bahwa Program Studi Jurnalistik UHO saat ini sedang dalam proses pengajuan akreditasi ke Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).
Saat ini status akreditasi program studi tersebut masih berada pada kategoriBaik Sekali, dan pihaknya berharap dapat meningkat menjadi Unggul setelah proses penilaian selesai.
“Kami sementara menyusun formulir evaluasi diri atau borang yang akan diajukan ke LAMSPAK. Harapannya semoga hasil akreditasi nanti bisa meningkat menjadi akreditasi unggul,” pungkasnya.
Penulis : Amran solasi