
KENDARI, TEGAS.CO โ Profesionalitas dan legalitas media yang digunakan oleh Humas PT Vale Kolaka kini menjadi tanda tanya besar.
Hal ini mencuat setelah Suwarni, staf Humas PT Vale Kolaka menyebarkan tautan berita dari situs bedakasus.com kepada pimpinan tegas.co yang merupakan wartawan bersertifikasi kompetensi.
Situs tersebut memuat konten yang menyiratkan keberatan atas pemberitaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait konflik lahan warga.
Dalam narasinya, situs tersebut menyebut hasil RDP sebagai data “Konfidental” atau rahasia.
Tudingan “rahasia” yang dilontarkan media tersebut dinilai keliru dan menyesatkan.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Faktanya, RDP yang dihadiri oleh Komisi I dan II DPRD Sultra, pihak kepolisian, serta sejumlah OPD terkait tersebut dilaksanakan secara terbuka untuk umum.
Dalam forum resmi itu pula, dugaan kebohongan yang disampaikan Senior Manager External Relations PT Vale Kolaka, Hasmir terungkap di hadapan publik dan pejabat berwenang.
Namun, situs yang diduga menjadi “perpanjangan tangan” PT Vale tersebut justru menilai pemberitaan media arus utama sebagai konten yang tendensius dan tidak berimbang.
Penelusuran lebih mendalam mengungkap fakta mengejutkan terkait legalitas situs tersebut yaitu, Penyalahgunaan KBLI.
Perusahaan yang menaungi situs tersebut ditemukan menggunakan kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang bukan diperuntukkan bagi portal web atau industri media siber.
Media tersebut juga belum terverifikasi secara administrasi maupun faktual oleh Dewan Pers.
Tidak terdaftar dalam organisasi wartawan maupun asosiasi media siber resmi (seperti AJI, PWI, IJTI, atau AMSI/SMSI).
Selain itu, menggunakan Narasumber Anonim, meskipun mengklaim diri profesional, konten yang diproduksi justru banyak bersumber dari pihak anonim yang tidak jelas pertanggungjawabannya.
Pihak PT Vale Bungkam
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada staf Humas PT Vale Kolaka, Suwarni melaui whatsapp terkait alasan perusahaan menggunakan jasa media yang diduga “buzzer” dan tidak memiliki legalitas pers yang sah.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak PT Vale belum memberikan jawaban resmi.
Tonton video kebohongan bos humas PT Vale dibawah ini
https://vt.tiktok.com/ZSuHgL8wL/
PENERBIT: MAS’UD