Berita UtamaSultra

Dinas Tanaman Pangan Sultra Desak PT Vale Perbaiki DAS, 14 Hektar Sawah di Kolaka Terendam

×

Dinas Tanaman Pangan Sultra Desak PT Vale Perbaiki DAS, 14 Hektar Sawah di Kolaka Terendam

Sebarkan artikel ini
Dinas Tanaman Pangan Sultra Desak PT Vale Perbaiki DAS, 14 Hektar Sawah di Kolaka Terendam
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Sultra Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si (kanan)

KENDARI, TEGAS.CO โ€“ Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melayangkan teguran keras terhadap aktivitas pembukaan lahan oleh PT Vale di wilayah hulu sungai Kabupaten Kolaka.

Hal ini menyusul insiden banjir yang merendam sedikitnya 14 hektar sawah milik warga di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa.

Persoalan ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Sultra, Selasa (10/03/2026) lalu.

Pihak dinas menilai, pembukaan lahan pertambangan di area hulu menjadi pemicu utama meluapnya air sungai saat curah hujan tinggi.

Meskipun PT Vale dilaporkan telah menyalurkan bantuan pupuk kepada petani terdampak, Dinas Tanaman Pangan menegaskan, langkah tersebut tidak menyentuh akar permasalahan.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

“Bantuan pupuk itu solusi jangka pendek. Kalau bicara banjir, solusinya bukan pupuk. Kami meminta PT Vale benar-benar memperhatikan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan melakukan perbaikan saluran irigasi primer maupun sekunder,” tegas Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Sultra Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si. dalam rapat tersebut.

Pihak dinas menggarisbawahi perubahan pola lingkungan yang drastis. Persawahan kini rutin terendam banjir saat hujan lebat, fenomena yang sebelumnya jarang terjadi dan semakin luas pembukaan lahan di hulu, semakin besar pula risiko luasan lahan warga yang akan terendam.

Kekhawatiran utama pemerintah daerah adalah status lahan di Kolaka yang merupakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Data menunjukkan luas LP2B terus menyusut akibat ekspansi aktivitas pertambangan (mining).

Kondisi ini dianggap sebagai ancaman serius bagi program strategis Provinsi Sultra, yakni Gartaton (Gerakan Satu Juta Ton Gabah).

Jika kerusakan di hulu tidak segera dimitigasi, target Sultra sebagai lumbung pangan nasional dipastikan sulit tercapai.

“Investasi itu penting, tapi melindungi sawah rakyat jauh lebih penting,” tutup pihak dinas.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai instansi lintas sektor, di antaranya. Dinas Kehutanan Sultra. Dinas Lingkungan Hidup, Kanwil Pertanahan. Perwakilan manajemen PT Vale Kolaka. Polda Sultra dan Anggota Legislator DPRD Sultra.

Senior Manager External Relations PTVI Pomalaa, Hasmir, belum memberikan pernyataan resmi terkait poin-poin desakan yang disampaikan dalam RDP tersebut.

PUBLISHER: MAS’UD