
MAKASSAR, TEGAS.CO – Momentum Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI yang berlangsung di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026), membawa kabar baik bagi sektor pertanian Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam forum bergengsi tersebut, Sultra dipastikan mendapat tambahan kuota program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 10.000 hektare.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung sebagai pembicara utama.
Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan langkah strategis memperkuat jejaring dengan pemerintah pusat dan mendorong kolaborasi lintas sektor demi percepatan pembangunan Bumi Praja di bidang agromaritim.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍
Dalam orasi kepemimpinannya, Gubernur yang akrab disapa ASR ini menekankan pentingnya integritas seorang pemimpin sebagai cermin dari kualitas daerah yang dipimpinnya.
“Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tapi apa yang kau berikan untuk negara. Selaku pemimpin, saya memegang prinsip ‘ikan busuk mulai dari kepalanya’. Saya harus dalam keadaan bagus agar seluruh ‘badan’ Sulawesi Tenggara juga ikut bagus,” tegas Andi Sumangerukka.
Ia menceritakan bahwa prinsip pengabdian ini lahir dari memori masa kecilnya di Pulau Wawonii.
Ketulusan masyarakat setempat yang membantu keluarganya tanpa pamrih menjadi bahan bakar bagi dirinya untuk membalas kebaikan tersebut melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
Dukungan konkret terhadap visi Gubernur Sultra datang langsung dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan mengumumkan perluasan lahan produktif untuk Sultra guna mengejar target swasembada pangan nasional.
“Sulawesi Tenggara tambah cetak sawah lagi 10 ribu (hektare), demi mendorong swasembada selanjutnya,” ujar Amran Sulaiman.
Data Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Sultra 2026:
PSBM XXVI tahun ini mengangkat tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Forum ini terbukti menjadi ruang strategis bagi Sultra untuk mengamankan proyek-proyek strategis nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
Peningkatan luas lahan cetak sawah hingga mencapai 24.050 hektare ini diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi ekonomi Sultra, sekaligus memperkuat posisi provinsi ini sebagai lumbung pangan di wilayah timur Indonesia.
PUBLISHER: MAS’UD