
KENDARI, TEGAS.CO โ Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi memulai langkah strategis dalam menekan konsumsi energi melalui gerakan moral bersepeda ke kantor dan pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH). Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi anggaran daerah sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
Gerakan ini diawali dengan aksi nyata Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka yang memimpin para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta jajaran pegawai mengayuh sepeda menuju kantor pada Kamis (9/4/2026) pagi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir menegaskan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin mingguan di lingkup pemerintahan provinsi.
“Ini adalah gerakan moral untuk penghematan energi dan BBM. Sekali dalam sepekan, setiap hari Kamis, kita menggelorakan semangat hemat energi dengan bersepeda, baik saat berangkat maupun pulang kantor,” ujar Andi Syahrir.

Antusiasme senada ditunjukkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si.
Dalam aksi perdana ini, ia menempuh jarak yang cukup signifikan sebagai bentuk komitmen terhadap arahan pimpinan.
“Tadi pagi jarak yang kami tempuh sekitar 19 kilometer lebih. Jika dihitung dari kediaman pribadi di Citraland menuju Kantor Gubernur lalu ke kantor dinas, totalnya mencapai lebih dari 20 kilometer,” ungkap Prof. Taufik.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Menurutnya, gerakan ini tidak hanya berdampak pada penghematan BBM kendaraan dinas, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebugaran fisik ASN di tengah padatnya aktivitas pelayanan publik.
Selain tradisi bersepeda, Pemprov Sultra juga memperkenalkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari instruksi nasional untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan efisiensi operasional.
“Mulai besok (Jumat), semua pegawai sudah menerapkan WFH. Ini adalah strategi efisiensi dan cara baru kita menyikapi digitalisasi dunia,” tambah Andi Syahrir.
Pemerintah Provinsi juga memperketat pengawasan penggunaan energi di internal kantor.
Prof. Taufik menyatakan telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk disiplin dalam penggunaan perangkat elektronik.
“Kami memerintahkan seluruh staf untuk mengecek kembali lampu dan mesin pendingin ruangan (AC) agar dipastikan mati sebelum meninggalkan kantor. Ini langkah kecil yang berdampak besar jika konsisten,” tegasnya.
Melalui kombinasi kebijakan Kamis Bersepeda dan Jumat WFH, Pemprov Sultra optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan emisi karbon di wilayah perkotaan.
Mengoptimalkan anggaran daerah melalui penghematan operasional kantor dan BBM.
Meningkatkan produktivitas melalui pola kerja fleksibel berbasis digital.
Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi lain di Sulawesi Tenggara untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien, modern, dan hijau.
PUBLISHER: MAS’UD