
TEGAS.CO, BAUBAU -Kota Baubau berhasil menembus nominasi tingkat nasional dalam penilaian kinerja kepala daerah terkait upaya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan kemiskinan. Saat ini, tim dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data.
Kunjungan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah proses presentasi dan wawancara daring bersama Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc.
Analis SDMA Ahli Pertama BSKDN Kemendagri, Raheldin Rosrith Fraidy Aiyal, menjelaskan bahwa verifikasi lapangan menjadi tahap krusial dalam memastikan kesesuaian antara paparan data dan kondisi riil di daerah.
“Dalam tahapan ini, kami memastikan apakah dokumen yang dipaparkan sebelumnya sesuai dengan fakta di lapangan. Di wilayah Sulawesi, hanya tiga daerah yang lolos ke tahap ini, yakni Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Kolaka, dan Kota Baubau. Sejauh hasil verifikasi sementara, penurunan angka pengangguran di Baubau sangat signifikan,” ujarnya.
Tim BSKDN juga mengapresiasi sejumlah inovasi daerah, salah satunya aplikasi Layanan Konseling Karier Tenaga Kerja (LAKORETE) yang dinilai efektif dalam mempermudah pelaporan mandiri oleh pencari kerja serta mempercepat penerbitan kartu kerja melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Amalia, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menuturkan bahwa Kota Baubau berhasil unggul dari sejumlah kota besar di regional Sulawesi.
“Pada tahap regional, terdapat lima kota yang bersaing ketat, yaitu Makassar, Kendari, Bitung, Palopo, dan Baubau. Alhamdulillah, Baubau berhasil menjadi daerah terbaik untuk kategori kota di regional Sulawesi,” ungkapnya.
Keberhasilan ini didasarkan pada data baseline tahun 2022, di mana tingkat pengangguran terbuka yang sebelumnya berada di angka 8 persen berhasil ditekan menjadi 6 persen. Penurunan tersebut didorong oleh kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Tidak hanya Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, sedikitnya enam OPD teknis turut berkontribusi, di antaranya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM melalui pelatihan UMKM, serta Dinas Perikanan yang memberikan dukungan berupa bantuan peralatan bagi nelayan.
Selain itu, Pemerintah Kota Baubau juga menunjukkan komitmen melalui dukungan fiskal dengan mengalokasikan sekitar 1,7 persen dari total APBD untuk sektor penyerapan tenaga kerja.
“Dengan adanya verifikasi lapangan ini, Pemerintah Kota Baubau optimistis dapat meraih penghargaan tertinggi dari Kemendagri sebagai daerah terbaik dalam tata kelola penurunan pengangguran nasional,” tutupnya.
Laporan: JSR
Editor: Yusrif