
KENDARI, TEGAS.CO – Dalam agenda konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kota Kendari, Ganjar Pranowo tidak hanya membakar semangat kader untuk memenangkan pemilu.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini justru melempar kritik tajam terhadap perilaku oknum pejabat dan memberikan catatan serius bagi kebijakan pemerintah pusat terkait tenaga honorer.
“Peringatan Keras, Jangan Ada Lagi OTT dan minta-minta ke Pengusaha,”tegas Ganjar usai memimpin Konsolidasi dan temu kader di salah satu hotel di Kendari, Sabtu 11 April 2026.
Di hadapan ratusan kader, Ganjar memberikan peringatan keras kepada mereka yang duduk di kursi legislatif maupun eksekutif.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍
Ia menyoroti maraknya berita miring mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan praktik pungutan liar yang merusak citra partai dan birokrasi.
“Beberapa hari ini berita di media muncul OTT di sana-sini, orang meminta-minta kepada pengusaha. Saya minta kader di legislatif dan eksekutif menjaga itu,” tegas Ganjar dengan nada serius.
Ia menekankan, keberhasilan politik tidak hanya diukur secara elektoral, tetapi dari bagaimana kader mampu “mengurus rakyat” dan menjaga integritas birokrasi agar bersih dari praktik korupsi.
Salah satu poin paling penting yang dibahas adalah wacana pemberhentian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di sejumlah daerah.
Ganjar mendesak pemerintah untuk melakukan reprioritasi anggaran dan efisiensi di semua lini, baik pusat maupun daerah, daripada mengorbankan nasib pekerja yang sudah mengabdi.
Ia menawarkan solusi langkah demi langkah bagi pemerintah yakni, tunda rekrutmen baru.
Menghentikan sementara rencana rekrutmen jika kondisi keuangan negara tidak memungkinkan.
Melakukan pemangkasan biaya yang tidak perlu di tingkat birokrasi pusat dan daerah.
Memastikan fasilitas dan status bagi mereka yang sudah lama bekerja tetap terjaga.
“Jangan sampai mereka yang sudah lama bekerja merasa iri karena tidak mendapatkan fasilitas yang layak, sementara yang baru masuk justru mendapatkan lebih banyak. Dari sisi keadilan, itu kurang,” tambahnya.
Menutup arahannya, Ganjar menjelaskan mengapa PDIP kini sangat gencar melakukan kaderisasi pada anak muda.
Menurutnya, anak muda saat ini jauh lebih kritis dan inovatif, terutama dalam menuntut pemerintahan yang bersih dan lingkungan yang baik.
Ia berharap melalui proses seleksi dan pelatihan di partai, anak muda tidak lagi “anti-politik” dan melihat politik sebagai sesuatu yang agung untuk membawa perubahan, bukan sekadar alat kekuasaan.
Pernyataan Ganjar ini seolah menjadi “sinyal kuning” bagi internal partai di Sulawesi Tenggara agar tidak terjebak dalam pusaran korupsi yang belakangan menghantam beberapa kepala daerah.
Di sisi lain, sikapnya yang vokal terhadap isu P3K menunjukkan upaya PDIP untuk tetap relevan di mata kaum pekerja dan honorer di tengah ketidakpastian kebijakan nasional.
PUBLISHER: MAS’UD







Komentar