BaubauBerita

Baubau Merawat Masa Depan, Stunting Ditekan Lewat Posyandu dan Program KB

30
×

Baubau Merawat Masa Depan, Stunting Ditekan Lewat Posyandu dan Program KB

Sebarkan artikel ini
Baubau Merawat Masa Depan, Stunting Ditekan Lewat Posyandu dan Program KB

TEGAS.CO,BAUBAU- Pemerintah Kota Baubau terus memperkuat sektor kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia, dengan fokus pada penanganan stunting, optimalisasi layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui posyandu, serta penguatan program Keluarga Berencana (KB).

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, menegaskan bahwa capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Baubau yang telah melampaui angka 80 menjadi indikator keberhasilan pembangunan yang tidak lepas dari peran tenaga kesehatan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait pemerataan tenaga medis serta peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Pemerintah daerah terus melakukan pembenahan, baik melalui peningkatan kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun penguatan layanan dasar di tingkat puskesmas,” ujarnya.

Selain itu, penanganan stunting menjadi prioritas utama yang terus didorong melalui pendekatan lintas sektor. Upaya tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil yang positif.

“Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dilakukan berjalan efektif,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Baubau juga memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, penguatan peran posyandu terus digencarkan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Posyandu diharapkan mampu meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak serta memberikan edukasi gizi kepada keluarga secara lebih merata hingga ke tingkat kelurahan.

Tak hanya itu, program Keluarga Berencana (KB) juga menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian stunting. Pemerintah mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perencanaan kehamilan, pengaturan jarak kelahiran, serta penggunaan alat kontrasepsi yang aman dan sesuai.

Melalui program KB, diharapkan kualitas kesehatan ibu dan anak dapat lebih terjaga, sekaligus menekan angka risiko stunting sejak dini.

Sementara itu, organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) diharapkan dapat terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam pelayanan medis tetapi juga dalam edukasi kesehatan masyarakat.

Ketua IDI Kota Baubau, dr. Hasrida Hamid, menyatakan komitmen pihaknya dalam mendukung program pemerintah melalui kepengurusan periode 2025–2028. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembentukan Posyandu Binaan IDI di wilayah Kecamatan Sorawolio atau Kecamatan Bungi, dengan mempertimbangkan data dan kebutuhan riil di lapangan.

Selain itu, IDI juga turut berpartisipasi dalam program MBG melalui penguatan layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), guna memastikan tidak terjadi kasus keracunan makanan serta menjamin pemenuhan standar gizi yang layak dan seimbang bagi masyarakat.

Dengan sinergi yang terus dibangun antara pemerintah daerah dan organisasi profesi, diharapkan kualitas layanan kesehatan di Kota Baubau dapat semakin meningkat secara merata dan berkelanjutan.

Laporan: JSR

Editor: Yusrif