Views: 2

BAUBAU, TEGAS.CO – Lahan kosong yang sebelumnya tampak gersang di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Baubau kini mulai memberi manfaat. Melalui program Kedai Parlemen, Darma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD memanfaatkannya sebagai kebun produktif dengan menanam sejumlah tanaman kebutuhan dapur.
Tomat, cabai hingga serai ditanam di lahan tersebut. Hasilnya nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga keluarga besar Sekretariat DPRD, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian sejumlah bumbu dapur dari pasar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari gerakan DWP di lingkungan Pemerintah Kota Baubau yang mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memanfaatkan lahan yang tersedia untuk tanaman pangan sederhana.
Sekretaris DPRD Kota Baubau, Yaya Wirayahman, mengatakan Kedai Parlemen tidak hanya ditujukan untuk memperindah lingkungan kantor.
Program tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa lahan terbatas sekalipun dapat dikelola menjadi ruang yang produktif.
“Dengan hadirnya Kedai Parlemen ini, kami berharap dapat memotivasi jajaran Darma Wanita Persatuan dan keluarga besar Sekretariat DPRD untuk mengelola lingkungan yang asri, berwawasan lingkungan dan bermanfaat,” ujar Yaya kepada awak media, Jumat (14/8/2026).
Menurut Yaya, pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman kebutuhan sehari-hari memberikan manfaat ganda. Selain menghasilkan bahan pangan, aktivitas tersebut dapat membantu efisiensi pengeluaran keluarga sekaligus mendorong keterlibatan anggota DWP dalam kegiatan produktif.
“Jadi bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi bagaimana lahan yang ada ini bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Konsep pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sebenarnya bukan gagasan baru. Pemerintah melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) selama ini mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan maupun lahan yang tidak produktif untuk menghasilkan pangan.
Kementerian Pertanian menyebut pemanfaatan pekarangan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan ketersediaan dan akses pangan keluarga, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan apabila hasil produksinya dikembangkan secara ekonomi.
Di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan dan keterbatasan lahan, pola serupa juga berkembang melalui pertanian perkotaan atau urban farming.
Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) sebelumnya memperkirakan sekitar 800 juta orang di dunia terlibat dalam aktivitas pertanian perkotaan.
Pertanian perkotaan dinilai memiliki sejumlah manfaat, mulai dari menyediakan pangan segar yang lebih dekat dengan konsumen hingga membantu memperkuat ketahanan sistem pangan dan menciptakan ruang hijau di kawasan perkotaan.
Dalam skala Kota Baubau, Kedai Parlemen memang masih merupakan gerakan sederhana. Namun, pemanfaatan ruang yang sebelumnya tidak produktif menjadi kebun setidaknya menunjukkan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Yaya berharap program tersebut tidak berhenti di lingkungan Sekretariat DPRD. Ia ingin gerakan serupa dapat menginspirasi OPD lain maupun keluarga di Kota Baubau untuk memanfaatkan lahan kosong yang mereka miliki.
“Harapannya bisa memberi inspirasi dan motivasi bagi yang lain,” katanya.
Dengan tanaman yang dapat dipanen untuk kebutuhan sehari-hari, lahan yang sebelumnya hanya menjadi ruang kosong kini memiliki fungsi baru.
Kedai Parlemen pun diarahkan bukan sekadar menjadi kebun di lingkungan kantor, tetapi menjadi contoh kecil bagaimana ruang terbatas dapat diubah menjadi sumber pangan sekaligus ruang hijau yang produktif.
JSR







Komentar