Berita UtamaKonawe Kepulauan

PAAP Wawonii Perkuat Pengawasan Laut Berbasis Masyarakat

218
×

PAAP Wawonii Perkuat Pengawasan Laut Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini
PAAP Wawonii Perkuat Pengawasan Laut Berbasis Masyarakat

TEGAS.CO,. KONAWE KEPULAUAN – Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Wawonii melaksanakan pengawasan perikanan berbasis masyarakat selama tiga hari, 23–25 April 2026, dengan melibatkan aparat TNI Angkatan Laut dan Polairud Konawe Kepulauan.

Kegiatan ini difokuskan di kawasan konservasi yang mencakup Kecamatan Wawonii Barat, Wawonii Utara, dan Wawonii Timur Laut.

Pengawasan dilakukan dengan membagi tim ke tiga kecamatan sesuai SK Kepengurusan PAAP. Selain aparat penegak hukum, kegiatan ini juga didampingi Dinas Perikanan Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

Dalam pelaksanaan, tim menemukan sejumlah nelayan masih melakukan aktivitas terlarang, seperti mengambil batu karang dan memancing di zona inti atau Kawasan Larang Ambil.

Temuan ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap aturan konservasi.

Menindaklanjuti pelanggaran, tim tidak hanya melakukan penertiban tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada nelayan. Pendekatan persuasif terbukti efektif, karena pelanggaran tidak lagi terulang pada hari-hari berikutnya.

Ketua PAAP Wawonii, Amal RF, menegaskan pengawasan berbasis masyarakat merupakan komitmen menjaga sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

“Dengan melibatkan TNI AL dan Polairud, kami berharap pengawasan lebih efektif dan memberi efek jera,” tegasnya.

Pendamping kelompok dari Dinas Perikanan, Aris La Ria, menambahkan pengelolaan sumber daya perikanan tidak bisa dilakukan sendiri.

“Perlu keterlibatan semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga aparat penegak hukum, agar tujuan konservasi tercapai,” katanya.

Melalui kegiatan ini, PAAP Wawonii berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut meningkat, sekaligus mencegah praktik penangkapan ikan yang merusak di perairan Wawonii.

Laporan: Arkam

Editor: Yusrif