KENDARI, TEGAS.CO – Menghadapi tantangan ketidakpastian global yang kian kompleks, United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bekerja sama dengan Cities and Local Governments Institute (CLGI) dan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kendari menyelenggarakan Seminar Internasional dan Forum Pengetahuan bertajuk “Navigating Urban Uncertainty and Strengthening Resilience” pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan yang akan berlangsung di Aula Fakultas Teknik UHO, Kota Kendari ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Biro Eksekutif UCLG ASPAC 2026.
Forum ini mempertemukan sekitar 100 hingga 150 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi perkotaan, pejabat pemerintah daerah dan nasional, serta mahasiswa.
Kawasan Asia-Pasifik saat ini berada pada titik kritis akibat risiko sistemik yang saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, volatilitas ekonomi, hingga disrupsi teknologi.
Forum ini bertujuan untuk menggeser pola pikir dari sekadar respons reaktif menjadi ketahanan sistemi yaitu kemampuan kota untuk tidak hanya bertahan dari guncangan, tetapi juga mentransformasi sistem perkotaan menjadi lebih berkelanjutan dan inklusif.
“Kota-kota di Asia-Pasifik menghadapi lanskap ketidakpastian yang semakin kompleks di mana risiko iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial saling memperkuat satu sama lain,”ujar Hugua sebelumnya.
Acara akan dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik UHO, Dr. Ir. Ishak Kadir, dan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Ir. Bernadia Irawati Tjandradewi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sesi utama dipandu oleh Prof. Ir. Bambang Susantono, Ph.D., selaku Dekan CLGI Asia Pasifik, yang memberikan konteks mengenai peran kota sebagai pusat risiko sekaligus pusat solusi.
Sejumlah narasumber lintas sektor turut hadir dalam sesi panel, di antaranya, Wakil Gubernur Sultra, Dr. Ir. Hugua, M. Lingk, tokoh nasional sekaligus mantan Bupati Wakatobi yang berbagi pengalaman mengenai tata kelola daerah.
Mr. Andra Kwon dari Daegu Metropolitan City, Korea Selatan. Ms. Susanti Djalante, akademisi dari Universitas Halu Oleo. Mr. Lee Yoong Yoong, Penasihat Strategis ASEAN Governors and Mayors Forum (AGMF).
Diskusi mendalam menyoroti bagaimana kota menengah di Asia-Pasifik dapat mengintegrasikan ketahanan ke dalam perencanaan infrastruktur dan sistem layanan publik.
Akademisi dari UHO juga menekankan pentingnya penerjemahan data ilmiah menjadi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti, khususnya dalam sektor transportasi di Sulawesi Tenggara.
Melalui forum ini, penyelenggara berharap dapat mendokumentasikan praktik-praktik terbaik dari berbagai kota di Asia Pasifik serta mengidentifikasi rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti dalam hal pembiayaan dan implementasi perencanaan ketahanan perkotaan.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas kampus atau campus tour di lingkungan Universitas Halu Oleo.
PUBLISHER: MAS’UD
