Berita UtamaKendari

Kendari on the World Stage, Menavigasi Ketidakpastian Kota

325
×

Kendari on the World Stage, Menavigasi Ketidakpastian Kota

Sebarkan artikel ini

 

Kendari on the World Stage, Menavigasi Ketidakpastian Kota

OLEH: MAS’UD ( Wartawan Senior )

KENDARI, TEGAS.CO – Hari ini, 6 Mei 2026, pandangan para pemimpin daerah se-Asia Pasifik tertuju pada Kota Lulo.

Penyelenggaraan International Seminar and Knowledge Forum di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo bukan sekadar seremonial akademik biasa.

Ini adalah tonggak sejarah di mana Kendari menjadi tuan rumah bagi pertemuan penting Executive Bureau UCLG ASPAC 2026.

The region stands at a critical juncture. Wilayah Asia-Pasifik kini berada di titik kritis, di mana kota-kota dihadapkan pada ketidakpastian sistemik, mulai dari perubahan iklim hingga disrupsi teknologi.

Forum ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui tema besar, “Navigating Urban Uncertainty and Strengthening Resilience”.

“The Forum reflects the urgent need for cities to move beyond reactive responses and instead develop systemic resilience.”

Forum ini mencerminkan kebutuhan mendesak bagi kota-kota untuk bergerak melampaui respons reaktif dan mulai membangun ketangguhan sistemik.

Pertemuan ini mempertemukan tokoh-tokoh strategis, mulai dari Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi (Sekjen UCLG ASPAC) hingga Prof. Bambang Susantono (Dekan CLGI Asia Pacific).

Kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Hugua, sebagai salah satu pembicara kunci juga menegaskan peran penting kepemimpinan lokal dalam kancah internasional.

Ada beberapa poin krusial yang dibahas dalam agenda hari ini yakni, Strengthening resilient and sustainable urban systems ( Memperkuat sistem perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan ).

Accelerating climate action ( Mempercepat aksi iklim dan pelestarian lingkungan ).

Promoting people-centred development ( Mendorong pembangunan yang berpusat pada masyarakat ).

Pemilihan Universitas Halu Oleo sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa akademisi memegang peranan vital.

How can scientific knowledge be translated into actionable policies ( Bagaimana pengetahuan ilmiah dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata di tingkat kota )?.

Pertanyaan ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, terutama dalam konteks pembangunan Kendari dan Sulawesi Tenggara ke depan.

Event ini juga menjadi rangkaian pembuka menuju diskusi yang lebih luas mengenai Sustainable Touris yang akan berlanjut di Hotel Claro dan kunjungan lapangan ke Pantai Nambo.

Melalui forum ini, kita berharap Kendari tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga mampu menyerap pelajaran berharga dari kota-kota lain seperti Daegu Metropolitan City dalam mengelola risiko perkotaan.

Saatnya kita bertransformasi dari sekadar bertahan menghadapi guncangan, menjadi kota yang mampu beradaptasi dan berkembang di tengah ketidakpastian.

Stay Resilient, Kendari!

SUMBER DATA > Wawancara esklusif Dr. Ir. Hugua, M. Lingk ( Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara)