
KENDARI, TEGAS.CO โ Penyelenggaraan pertemuan internasional di kota-kota menengah seperti di Kota Kendari memberikan perspektif baru bagi para delegasi mengenai keberagaman gaya hidup dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Lee Yoong Yoong, Penasihat Strategis untuk ASEAN Governors and Mayors Forum (AMGF), di Kendari.
Dalam wawancara eksklusif pada Selasa, 5 Mei 2026, Lee Yoong Yoong mengungkapkan, meskipun kota kecil menghadapi tantangan konektivitas penerbangan dibandingkan kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, pemilihan lokasi seperti Kendari memiliki nilai strategis tersendiri.
“Mengadakan pertemuan di kota yang lebih kecil adalah hal yang baik. Kita bisa melihat sisi lain dari Indonesia, memahami gaya hidup masyarakatnya secara langsung, dan melihat bagaimana pemerintah daerah mengelola kotanya. Ini memberikan wawasan yang berbeda,” ujar Lee.
Bagi Lee, ini merupakan kunjungan pertamanya ke Ibu Kota Sulawesi Tenggara.
Meski baru saja mendarat, ia mengaku terkesan dengan keramahan yang ditunjukkan oleh pemerintah setempat.
“Ini pertama kalinya saya di Kendari. Wakil Gubernur sangat ramah. Saya sudah tinggal di Indonesia selama hampir 15 tahun, jadi saya sudah sangat beradaptasi dengan makanan, persahabatan, dan kehangatan masyarakatnya,” tambahnya.
Ia juga menyatakan ketertarikannya untuk mengeksplorasi ikon kota seperti taman dan pusat perbelanjaan, serta menikmati pemandangan laut Kendari di pagi hari.
Lee juga menekankan peran krusial UCLG ASPAC dalam memperkuat kerja sama antar kota di kawasan Asia Pasifik.
Saat ini, UCLG ASPAC dipercaya menjadi sekretariat untuk forum Gubernur dan Wali kota ASEAN, sebuah mandat yang tercantum dalam Lampiran 2 Piagam ASEAN.
Menurutnya, pembangunan komunitas ASEAN tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah (Sub-nasional) seperti Gubernur, Bupati, dan Wali kota memiliki peran yang paling dekat dengan masyarakat.
“Pemerintah daerah adalah struktur pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat. Mereka tahu persis di mana titik kemacetan, di mana sekolah harus dibangun, hingga data kelahiran warga. Informasi ini sangat penting sebagai umpan balik bagi pemerintah pusat dalam perencanaan anggaran dan tata kota,” jelas Lee.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan, UCLG ASPAC akan terus menjadi aktor penting dalam menjembatani kolaborasi antar kota demi pembangunan kawasan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
PUBLISHER: MAS’UD