
KENDARI, TEGAS.CO – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Syahrun Said, menekankan pentingnya sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar ekonomi masa depan.
Hal tersebut disampaikannya dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dan instansi terkait di gedung DPRD Sultra.
Dalam penyampaiannya, Syahrul Said menyoroti fenomena sosial di mana banyak generasi muda, khususnya mahasiswa, yang merasa kurang bangga dengan latar belakang keluarga petani atau nelayan.
Menurutnya, mindset tersebut perlu diubah karena potensi kekayaan alam Sultra di sektor pangan sangat luar biasa.
Syahrul menceritakan keprihatinannya terhadap pandangan orang tua di desa yang sering kali melarang anaknya untuk mengikuti jejak sebagai petani karena dianggap sulit dan tidak menjanjikan secara finansial.
“Banyak dari kita yang kuliah di sini adalah anak petani dan nelayan. Namun, terkadang kita tidak bangga akan hal itu. Padahal, jika kita mau belajar dan menerapkan ilmu, potensi di bidang perikanan dan pertanian kita sangat luas,” ujar Syahrul di hadapan peserta RDP.
Ia menegaskan, mahasiswa seharusnya tidak hanya mengejar gelar untuk mencari kerja di kota, tetapi juga membawa pulang ilmu pengetahuan untuk memodernisasi sektor pertanian di daerah masing-masing.
Selain berbicara skala besar, politisi ini juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menerapkan swasembada pangan di tingkat keluarga.
Ia mengaku aktif menanam kebutuhan pokok seperti bawang dan lombok, serta beternak ayam di rumahnya.
“Saya mulai dari diri sendiri. Di rumah saya menanam bawang dan lombok untuk kebutuhan keluarga. Bahkan saya memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan telur. Ini adalah langkah kecil menuju swasembada pangan yang lebih besar,” tambahnya.
Saat ini, Syahrul Said juga tengah aktif mendampingi para petani kopi milenial di beberapa desa di Buton.
Ia menyebutkan, melalui pendampingan dan sentuhan teknologi, produktivitas serta kualitas hasil pertanian lokal menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Di akhir sesi, Syahrul Said meminta masukan dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra untuk menyinkronkan program pemerintah dengan aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa dalam rapat tersebut.
“Mari kita mulai dari diri kita. Sultra punya lahan yang luas dan potensi laut yang besar. Ini adalah peluang emas jika dikelola oleh tangan-tangan terdidik,” tutupnya.
PUBLISHER: MAS’UD