Berita UtamaPendidikanSulawesi TenggaraSultra

Dikbud Sultra Siapkan Calon Kepala Sekolah Berintegritas Lewat Pelatihan BCKS

499
×

Dikbud Sultra Siapkan Calon Kepala Sekolah Berintegritas Lewat Pelatihan BCKS

Sebarkan artikel ini
IMAGE_20260615-133016_Galler
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026. Foto: Tegas.co @2026

KENDARI, TEGAS.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan melahirkan sosok pemimpin sekolah yang kompeten, profesional, dan berintegritas melalui Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).

Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud Sultra, Surakhman, S.Sos, MM, menjelaskan bahwa pihaknya baru saja menyelenggarakan kegiatan BCKS Tahun 2026. Program ini sengaja dipersiapkan sebagai wadah penentu kelayakan bagi para guru yang nantinya akan didorong menduduki jabatan sebagai kepala sekolah.

“Tujuan diadakan BCKS ini, pertama, kami melaksanakan program prioritas dari pemerintah pusat. BCKS ini dipersiapkan untuk mengangkat calon kepala sekolah nantinya. Jadi, semua yang menjadi kepala sekolah sudah siap bagaimana menjadi pemimpin atau manajer di sekolah,” ujar Surakhman, Senin (15/6/2026).

Surakhman menambahkan, melalui pelatihan ini diharapkan kualitas manajerial di tingkat satuan pendidikan dapat meningkat pesat. Calon kepala sekolah dituntut tidak hanya cakap dalam administrasi, tetapi juga mampu memajukan mutu pendidikan serta menjaga integritas.

Ia menjelaskan, pelatihan BCKS ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari Kabupaten/Kota di Sultra. Mereka yang hadir saat ini merupakan guru-guru terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat. Proses tersebut dimulai dari pendaftaran secara daring (online), seleksi administrasi, hingga seleksi substansi.

“Seleksi substansi itu dilakukan oleh pemerintah pusat melalui tes tertulis yang soalnya bersifat objektif. Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan di situ, yang menentukan kelulusan untuk ikut pelatihan adalah kementerian. Posisi kami di daerah murni sebagai penyelenggara,” jelasnya.

Rangkaian pelatihan ini sendiri dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama dilakukan secara online selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka atau offline selama 10 hari.

Lebih lanjut, Surakhman menekankan hasil dari pelatihan BCKS ini nantinya akan masuk ke dalam database dinas dan kementerian, yang menjadi acuan utama dalam pengangkatan kepala sekolah ke depan, mengingat regulasi pusat kini mewajibkan setiap kepala sekolah memiliki sertifikat BCKS.

Langkah ini juga diambil untuk memutus rantai nepotisme atau penunjukan kepala sekolah yang selama ini kerap didasarkan pada faktor kedekatan, bukan kompetensi.

“Sekarang semua sudah sesuai aturan. Tidak ada lagi karena persoalan kedekatan. Kami melakukan seleksi BCKS ini tanpa melihat siapa dia. Siapa yang bisa, ya itu yang berhak. Artinya, seperti maunya Pak Gubernur, kita mencari yang mau dan yang mampu. Kalau hanya mau tapi tidak mampu, jelas tidak akan kami pakai,” tuturnya.

Melalui sistem seleksi dan pelatihan yang transparan serta terukur ini, Dikbud Sultra optimis sekolah-sekolah di Sultra

Ke depannya akan dipimpin oleh kepala sekolah yang benar-benar berkualitas dan siap membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan.

Publisher: Mas’ud