Jembatan Penghubung Dua Desa di Koltim Putus

tegas.co, KOLAKA TIMUR, SULTRA – Akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Kolaka Timir, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebabkan jembatan darurat yang menghubungkan dua Desa di Kecamatan Dangia Koltim  yakni Polenga Jaya dan desa Gunung Jaya putus dan hanyut  terbawa arus pada hari selasa (6/6).

Bupati Koltim Drs. H. Tony Herbiansyah, M.Si saat meninjau lokasi putusnya jembatan yang menghubungkan dua desa di kecamatan Dangia pagi tadi. FOTO : NIKEN
Bupati Koltim Drs. H. Tony Herbiansyah, M.Si saat meninjau lokasi putusnya jembatan yang menghubungkan dua desa di kecamatan Dangia pagi tadi.
FOTO : NIKEN

Bupati Kolaka Timur Drs.Tony Herbiasyah,M.Si didampingi sejumlah kepala SKPD terkait langsung melakukan peninjauan di lokasi putusnya jembatan darurat di desa Polenga Jaya, termasuk memantau sejumlah desa yang terendam banjir.

Iklan Antam HBA

Terkait jembatan yang putus dan hanyur terbawa arus. Orang nomor satu di Kolaka Timur itu telah memerintahkan kepada kepala Dinas PU untuk segera membuat jembatan darurat yang akan digunakan sebagai arus transportasi yang menghubungkan dua desa di kecamatan Dangia

“Jembatan yang putus tersebut akan segera di bangun yang baru. Meski hanya sementara dulu sehinggajalan ini bisa diakses, sambil menunggu perencanaan pembangunan jembatan yang permanen,” ujarnya kepada sejumlah awak media yang turut didampingi kepala BPBD, Plt. Kadis  Dina’s PU, Kabag pembangunan, Kabag Protokol serta Camat Poli-Polia dan Camat Dangia pagi tadi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Partai NasDem itu, menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi dan Instansi terkait seperti BPBD termasuk camat untuk siaga 24 jam.

Sementara itu Tri salah satu warga  menuturkan, semalam sekitar pukul 24.00 Wita air mulai naik karena curah hujan yang tinggi di Kecamatan Lambandia.

“Tadi pagi jembatan tersebut sudah tidak bisa dilintasi lagi, karena sudah tidak terlihat, air meluap dari bibir sungai hingga radius 500 meter dan menggenangi jalan serta kebun kelapa sawit dan coklat,” ujarnya kepada awak media ini.

Banjir yang melanda kolaka Timur khususnya di desa Talinduka, selain melumpuhkan aktifitas masyarakat, juga menimbulkan kerugian warga yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

NIKEN

PUBLIZER : HERMAN

Komentar