oleh

PSHW Jatim Putuskan kontrak Pemain Karena Kompetisi Tidak ada Kepastian

Iklan BPD
Presiden PSHW Jatim Dhimam Abror ( kanan) bersama direktur teknik Hanafing
Presiden PSHW Jatim Dhimam Abror ( kanan) bersama direktur teknik Hanafing

TEGAS.CO., SURABAYA – Manajemen PS Hizbul Wathan (PSHW) mendesak PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengambil sikap tegas terkait ketidakjelasan kompetisi sepak bola di Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden PSHW Dhimam Abror Djuraid, Selasa (12/1/2021). “Kondisi sekarang sangat tidak mengenakkan. Kami merasa sangat dirugikan,” ujar dia.

Abror lalu mengatakan, sebelumnya PSSI menyampaikan akan menggelar kompetisi pada Februari 2021 mendatang. Namun jadwal yang ditunggu-tunggu tak kunjung dirilis.

“Sampai sekarang juga tidak ada jaminan kepastian dari PSSI bahwa Polri akan memberikan izin untuk menggelar kompetisi itu,” tutur mantan Ketua Pengda PSSI Jawa Timur itu.

Selain itu, terang Abror, pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah oleh FIFA resmi digeser ke 2023.

Abror mengungkapkan, saat ini kondisi keuangan klub anggota Liga 1 dan 2 sangat berat karena tidak ada pemasukan. “PSHW sudah memutus kontrak pemain secara resmi pada Desember 2020,” tegasnya.

Kata Abror, kondisi covid-19 masih sangat rawan di Jawa Timur dan berbagai daerah di Indonesia. Tak terkecuali Surabaya yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita harus prihatin dan berempati kepada masyarakat dan para tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garis depan penanganan covid-19,” tandas Abror.

Dia menambahkan jika Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menginstruksikan agar warga persyaratan menjadi teladan penerapan protokol kesehatan (Prokes)

Reporter: Edi Sulton
Editor: H5P

Komentar

Iklan Kominfo Sultra