oleh

Warga Kolono Temukan Seorang Nelayan Sudah Tidak Bernyawa

Tim Reskrim Polres Konsel yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Fitrayadi SH MH saat melakukan olah TKP
Tim Reskrim Polres Konsel yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Fitrayadi SH MH saat melakukan olah TKP

TEGAS.CO, KONAWE SELATAN – Seorang nelayan bernama, Tauta alias Kerman (53) alamat Desa Wangkolabu Kecamatan Towea Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah ditemukan di kebun milik salah satu warga di Desa Puupi Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Kamis, 28 Januari 2021 sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) dengan posisi tengkurap.

Kapolres Konsel, AKBP Erwin Pratomo SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Fitrayadi SH MH menjelaskan, bahwa almarhum ditemukan oleh saksi atas nama Jasmin (62) dan Herwan (31) masing-masing beralamat di Desa Puupi Kecamatan Kolono – Konsel.

Salah satu warga di Desa Puupi Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) dengan posisi tengkurap.
Salah satu warga di Desa Puupi Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) dengan posisi tengkurap.

Kronologis penemuannya, lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Muna ini, pada saat saksi Jasmin menuju ke kebunnya, diperjalanan melihat korban sementara terbaring dengan posisi tengkurap di jalan setapak pada kebun yang terletak dibelakang rumah korban (sekitar 50 meter dari pemukiman warga).

Setelah saksi Jasmin melihat/mengecek korban, dan korban sudah tidak bernyawa kemudian saksi Jasmin langsung memberitahukan ke warga desa lainnya, yakni saksi Herwan, Asril dan masih banyak lagi warga lainya.

Kemudian, sambung Fitrayadi, saksi langsung menghubungi Polisi di Polsek Kolono. Tidak lama kemudian Kapolsek Kolono dan Timnya tiba dan melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).

“Setelah TKP diamankan oleh Kapolsek dan Timnya, Korban dibawah ke Puskesmas untuk dilakukan Visum Mayat. Saat Kanit Reskrim Polsek Kolono memeriksa korban sebelum dikirim ke Puskesmas, menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada diri korban, namun sampai saat ini hasil Visum dari Puskesmas kami belum terima,” ujar Fitrayadi. Jum’at, 29/01/2021.

Sekitar pukul 14.00 wita kemarin, kata Fitrayadi, olah TKP telah dilakukannya. Saat olah TKP ditemukan beberapa barang yang diduga milik korban, namun tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan.

“Atas peristiwa tersebut, kami telah mengamankan benda-benda yang ditemukan direrumputan di sekitar posisi korban, yaitu 1 buah Ponsel, 1 bungkus rokok dan 1 buah korek gas. Sejak kemarin, kami telah melakukan pemeriksaan sekitar 5 orang saksi, semoga kasus ini dapat kami ungkap secepatnya,” tutupnya.

MAHIDIN/YA

Iklan Dishub Sultra

Komentar