
TEGAS.CO., KONAWE SELATAN — Tim Pengabdian Program Studi Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) memberikan pendampingan penguatan struktur bagan tancap kepada Kelompok Nelayan BANG LAJANG di Desa Akuni, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, pada 1 Juli 2026.
Program yang didanai oleh Fakultas Teknik UHO itu bertujuan meningkatkan keamanan dan ketahanan bagan tancap, sekaligus menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya maritim yang kini hanya dipertahankan oleh lima nelayan di Desa Akuni.
Tim pengabdian diketuai Dr. Ir. Agustan, ST., M.Si. bersama tujuh dosen dan empat mahasiswa Teknik Kelautan. Kegiatan diawali dengan survei lapangan, pendampingan pembelian material, penerapan teknologi pada bagan percontohan, hingga koordinasi dengan Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) Bombana.
Dalam pendampingan tersebut, tim memasang jaring dua lapis untuk meningkatkan efektivitas penangkapan ikan, mengganti lampu minyak dengan lampu LED marine grade yang lebih hemat energi, serta memasang sistem tali dan katrol yang mampu mempercepat proses pengangkatan jaring dari sekitar 30–45 menit menjadi 10–15 menit.
Selain itu, struktur bagan juga diperkuat menggunakan kombinasi tali polypropylene, stainless steel clamp, dan turnbuckle. Penguatan ini membuat konstruksi lebih kokoh dan mudah disesuaikan dengan kondisi pasang surut maupun cuaca ekstrem.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Agustan, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan teknologi, tetapi juga mendorong nelayan menerapkan perawatan bagan secara berkala agar usia pakainya lebih panjang.
“Kegiatan ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi juga upaya melestarikan bagan tancap sebagai warisan maritim sekaligus meningkatkan keselamatan dan produktivitas nelayan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, tim juga memfasilitasi pertemuan antara Kelompok BANG LAJANG, Pemerintah Desa Akuni, dan Balai TNRAW Bombana untuk membahas pemanfaatan kayu bakau tua atau tumbang sebagai bahan perbaikan bagan tanpa mengabaikan prinsip pelestarian ekosistem mangrove.
Melalui program ini, UHO berharap bagan tancap tetap lestari sebagai identitas budaya pesisir Tinanggea, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan yang masih mempertahankan tradisi tersebut.
Penulis : Amran s







Komentar