oleh

Banjir Berwarna Merah Rendam Pekalongan

Logo tegas.coDireksi & Redaksi tegas.co mengucapkan Selamat & Sukses Konferensi PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PW)I Sulawesi Tenggara pada 9 - 11 Juli 2021 “Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Di tengah Pandemi Covid19 Menyongsong HPN 2022 di Kendari””
Beberapa warga berjalan melewati jalanan yang digenangi banjir berwarna merah karena bercampur dengan limbah sebuah pabrik batik di Pekalongan, Jawa Tengah, 6 Februari 2021. (Foto: Shaka/AFP)
Beberapa warga berjalan melewati jalanan yang digenangi banjir berwarna merah karena bercampur dengan limbah sebuah pabrik batik di Pekalongan, Jawa Tengah, 6 Februari 2021. (Foto: Shaka/AFP)

TEGAS.CO., PEKALONGAN – Air berwarna merah membanjiri Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, setelah banjir melanda sebuah pabrik batik yang terletak tak jauh dari lokas pada Sabtu (6/2). Peristiwa itu memicu kehebohan di media sosial.

Seperti dikutip dari Reuters, ribuan pengguna Twitter mengunggah banyak foto dan video yang memperlihatkan desa itu dibanjiri air berwarna merah. Sebagian pengguna media sosial mengatakan warnanya seperti darah.

“Jujyur gw jadi taku kalo poto ini nyampek ke tangan parah penyebar hoax. Takut jadi narasi tentang tanda-tanda kiamat, hujan darah dll,..”

Pekalongan terkenal sebagai penghasil batik. Pembuatan batik menggunakan menggunakan lilin dan pewarna.

Bukan hal mengagetkan melihat sungai-sungai di Pekalongan berubah warna. Air berwarna hijau terang pernah mengaliri sebuah desa lain di sebelah utara kota itu ketika terjadi bencana banjir bulan lalu.

“Kadang suka ada genangan air warna ungu juga di jalan,” kata pengguna Twitter Area Julid, yang mengklaim berasal dari wilayah itu.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha mengonfirmasi foto-foto yang tersebar luas di media sosial itu asli.

“Banjir merah ini akibat pewarna batik yang kena banjir. Nanti akan berakhir kalau bercampur air hujan,” katanya.

 

Sumber: www.voaindonesia.com

Publisher: B_Kan

Komentar