Merasa Aneh Dengan Kematian Anaknya, Sarifah Akan Tempuh Jalur Hukum

Sarifah, ibunda korban (SE) yang didampingi oleh satu Tokoh Masyarakat Wameo, Boris saat ditemui di rumah duka. Selasa malam (27/4). Foto : JSR

TEGAS.CO,. BAUBAU – Kepolisian Resort (Polres) Baubau berhasil mengungkap kasus Narkoba jenis sabu seberat 114, 53 gram. Dalam pengungkapan kasus tersebut, salah satu tersangka SE (28) yang diduga seorang kurir dikabarkan meninggalkan dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Murhum Baubau.

Pihak keluarga korban melalui ibunya Sarifah (59) mengungkapkan rasa keberatan atas kematian anaknya.

Iklan HUT KOLUT

Hal itu diungkapkannya saat ditemui di rumah duka di kelurahan Wameo, kecamatan Batupoaro. Selasa malam (27/04/21).

“Kematian almarhum memang adalah takdir yang harus dijalaninya, namun sebagai seorang ibu ada perasaan yang mengganjal dalam kematian yang dialami oleh anakku ini”, ungkapnya.

Dikatakan oleh Sarifah, hal tersebut berdasarkan informasi yang didapatkan oleh pihak keluarga yang merasa bahwa kematian anaknya adalah akibat kelelahan.

“Menurutku itu tidak mungkin, mengingat anakku adalah seorang atlet futsal yang sudah biasa melakukan lari dan memiliki fisik yang kuat”, ucapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa, sebelum penangkapan dan dinyatakan sebagai kurir narkoba, SE sempat meminta uang 5 ribu untuk membeli rokok.

“Sebagai seorang ibu saya memiliki banyak pertanyaan yang mengganjal dengan proses kematian yang dialami oleh anakku ini”, katanya.

“Apalagi ada beberapa lebam yang terlihat, diantaranya ada di daerah leher sebelah kanan, perut serta paha kiri dan kanan. Saat kemarin jenazah akan dimandikan lebam itu terlihat jelas”, tambahnya.

Sarifah merasa, bahwa informasi dan keadaan yang terjadi sangat memberatkan dengan kondisi yang dialami oleh almarhum.

“Saya sebagai seorang ibu akan melakukan upaya hukum guna mendapatkan keadilan dan kebenaran dari kematian yang dialami oleh SE”, tegasnya.

Tokoh Masyarakat Wameo, Boris yang turut mengantarkan korban ke rumah sakit menambahkan, bahwa almarhum memang meninggal dunia sebelum di bawa ke rumah sakit.

“Dan almarhum terkenal sebagai salah satu pemuda yang baik dan gemar bergaul. Kematian almarhum menjadi salah satu duka bagi masyarakat Wameo yang kehilangan” tuturnya.

“Saya juga mendukung ibu korban yang menuntut penjelasan dan keadilan atas kematian yang dialami korban. Semoga kasus ini dapat terungkap dengan jelas dan membuat keluarga dan masyarakat Wameo menjadi lebih lapang dada menerimanya”, tutupnya.

JSR/YA

Iklan duka Lita Iklan Demokrat Konsel

Komentar