Views: 1

TEGAL, TEGAS.CO – Memperingati peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, tokoh nasional sekaligus pemerhati kebangsaan Sudirman Said menyampaikan refleksi kritis mengenai arah perjalanan bangsa.
Sudirman Said menyatakan, jalan kemerdekaan menuntut peralihan dari “upaya paksa” menuju “usaha bersama”.
Hal tersebut ia sampaikan dalam orasinya pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Kampus Harkat Negeri, Tegal, Senin malam.
Ia menyoroti kian maraknya gejala “upaya paksa” dalam tata kelola pemerintahan yang dinilai menjauhkan cita-cita luhur negara gotong royong.
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan pentingnya mengembalikan arah penyelenggaraan negara pada jalan pikiran kemerdekaan, dengan mengubah pendekatan dari dominasi “upaya paksa” menuju semangat kebersamaan dan gotong royong.
Dalam pandangannya, kemerdekaan sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan pembebasan dari segala bentuk penindasan, marjinalisasi, serta tindakan yang merudapaksa batas – batas kewajaran bernegara.
Sudirman menyatakan bahwa menata ulang Republik ini tidak mengharuskan bangsa Indonesia mencari jalan atau formula baru. Solusi utamanya adalah kembali mawas diri dan berpijak pada akar pikiran kemerdekaan itu sendiri.
Dari Upaya Paksa ke Usaha Bersama, Pengelolaan negara harus digeser dari cara-cara pemaksaan kekuasaan menuju semangat gotong royong dan usaha bersama yang melibatkan seluruh elemen rakyat.
Penyelenggara negara diingatkan agar senantiasa menjaga etika, kepatutan, dan kontrol yang wajar, sebab kekuasaan mutlak tanpa batasan Cenderung melahirkan kekeliruan.
Menurut Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal ini, esensi kemerdekaan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui keadilan sosial, penegakan hukum yang konsisten, serta perlindungan terhadap hak-hak dasar warga.
Sudirman Said, menekankan, tantangan bangsa hari ini memerlukan hadirnya kepemimpinan moral.
Para pemimpin di semua tingkatan diminta untuk menempatkan kepentingan publik di atas ambisi pribadi, serta mendengar aspirasi rakyat secara tulus demi mengembalikan wibawa dan arah masa depan Republik.
Dihadapan mahasiswa dan alumni Universitas Harkat Negeri Tegal yang hadir, Sudirman mengingatkan, peringatan HUT RI adalah momentum penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan sekadar seremonial tahunan.
Keadilan ini mencakup pemerataan ekonomi, penegakan hukum yang adil, serta akses yang setara terhadap pendidikan dan kesejahteraan bagi setiap warga negara.
Penulis : Sugih







Komentar