oleh

Dugaan Korupsi Embung Lohia, Sejumlah Mahasiswa Sambangi Kejari Muna

Logo tegas.coDireksi & Redaksi tegas.co mengucapkan Selamat & Sukses Konferensi PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PW)I Sulawesi Tenggara pada 9 - 11 Juli 2021 “Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Di tengah Pandemi Covid19 Menyongsong HPN 2022 di Kendari””
Kasi Intel Kejari Muna, Arif Andiono saat menerima aduan sejumlah mahasiswa terkait pembangunan Embung Lohia. Foto : Isar

TEGAS.CO,. MUNA – Merasa ada yang tidak sesuai dan tidak adanya asas manfaat atas pembuatan embung (Cekungan Penampungan) sejumlah mahasiswa mendatangi kantor Kejari (Kejaksaan Negeri) Muna, Senin (11/5).

Mereka mencurigai, dengan adanya pembangunan Embung Lohia di Desa Waara Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara itu terdapat sejumlah kebocoran anggaran, pekerjaan yang tidak sesuai perencanaan dan tidak memberikan manfaat secara nyata ke masyarakat.

“Tahun 2019 yang lalu ada kegiatan pembangunan embung di kecamatan lohia tepatnya di desa Waara menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN. Berdasarkan kajian dan sejumlah informasi, kami menilai secara fisik Embung tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang digunakan,” ucap Fardin Perwakilan Mahasiswa.

Foto : Papan proyek dan fisik Embung Lohia

“Dengan anggaran Rp. 6.379.025.791,94 ini kami merasa nilai yang begitu besar tidak sebanding dengan hasil yang ada. Manfaatnya juga tidak dirasakan oleh masyarakat mulai dari jadi sampai dengan sekarang. Kami sudah cek kondisinya banyak yang berlubang, jadi bagaimana mau menampung kalau begitu, yang ada malah proyek yang sengaja dipaksakan,” sambungnya.

“Ada juga pada saat pemasangan batu, batunya hanya disusun tetapi tidak dilapisi campuran sesuai dengan yang seharusnya. Campuran untuk memperkuat batu hanya ditempet-tempel saja pada area samping. Beranjak dari inilah yang menjadi acuan kami mendatangi kantor kejaksaan untuk berkonsultasi dan meminta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Menanggapi aduan tersebut, Kepala Kejari Muna, Agustinus Baka Tangdililing, melalui Kasi Intelejen Arif Andiono menyampaikan bahwa telah menerima semua aduan para mahasiswa dan segera mempelajari terkait pembangunan embung tersebut.

“Kami menerima setiap aduan yang masuk, tetapi karena ini masih informasi yang belum lengkap data-datanya jadi kami meminta mereka juga untuk membantu mengumpulkan sejumlah bukti-bukti. Setidaknya ada data pembanding untuk kami turun kelapangan,” katanya.

Pekerjaan Embung Lohia di Muna tersebut di bawah naungan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV SNVT Pembangunan Bendungan Sulawesi IV Kendari dan sebagai penyedia Jasa Konstruksi dilaksanakan oleh PT Multi Persada yang beralamat di desa Banggai, Raha Kabupaten Muna.

FAISAL / YA

Komentar