BaubauBerita UtamaButonMuna

Gubernur Sultra bersama Menteri PU Tinjau Lokasi Persiapan Jembatan Penghubung Buton-Muna di Kota Baubau

1305
×

Gubernur Sultra bersama Menteri PU Tinjau Lokasi Persiapan Jembatan Penghubung Buton-Muna di Kota Baubau

Sebarkan artikel ini
Gubernur bersama Menteri PU Tinjau Lokasi Persiapan Jembatan Penghubung Buton-Muna di Kota Baubau
Gubernur Sultra bersama Menteri PU Tinjau Lokasi Persiapan Jembatan Penghubung Buton-Muna di Kota Baubau

TEGAS. CO., BAUBAU – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Ir Dody Hanggodo M.PE menggelar rangkaian kegiatan kunjungan Kerja (Kunker) peninjauan lokasi persiapan jembatan penghubung Buton-Muna di Kota Baubau dan Perusahan Aspal Kartika Prima Abadi (KPA) yang berada di Lawele Kab. Buton.

Kehadiran RI 26 ini menggunakan Pesawat Private Jet Kemenhub RI didampingi Anggota Komisi IV DPR RI Ridwan Bae bersama rombongan pada Sabtu (12/7/25) malam di Bandara Betoambari Kota Baubau.

Usai penyambutan secara resmi di bandara betoambari, Menteri PU Dody Hangodo selanjutnya melaksanakan kunjungan kerja perdana pada Minggu pagi (13/7/25)
Dipawali peninjauan Daerah Irigasi Wonco II terkait Inpres 02 Tahun 2025 tentang Rehabilitasi saluran sekunder dan peningkatan saluran tersier yang berada di kelurahan karing-karing.

Kunker dilanjutkan meninjau lokasi pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di lingkungan Wahuboho kelurahan palabusa.

Tipe jembatan Suspension Bridge ini akan jadi Barang Utama terpanjang se-Asia Tenggara, dengan Total panjang jembatan berdasarkan informasi teknis diperkirakan mencapai 2.969 m dengan estimasi biaya konstruksi RP. 6.103 Triliyun (EE 2021) dengan waktu estimasi konstruksi 4 tahun.

Dalam keterangan persnya saat meninjau lokasi pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna Ir Dody Hanggodo, MPE mengatakan, Masalah pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna itu hanya membangun komunikasi antara Daerah dengan Pusat.

Kemudian juga prosesnya sudah dimulai sejak 2010 hanya karena ada problem dalam komunikasi dan akan diupayakan di tahun 2025 ini menemui titik terang. Meski demikian untuk eksekusi awalnya akan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Harapan kami seluruh masalah teknis sudah bisa terselesaikan di tahun 2025 dan di tahun 2026 akan melakukan eksekusi konstruksi awalnya untuk dimulai,”ungkapnya.

Ditambahkan, dengan terhubungnya kedua pulau ini, maka akan ada peningkatan yang sangat luar biasa dari segi volume perdagangan ekonomi, dan Butong tengah, Muna, Muna barat akan terbuka dan semua potensi yang ada akan terbuka, terutama terbukanya potensi pariwisata serta dari perikanan, sehingga secara otomatis kehidupan masyarakat akan meningkat dengan terhubung jembatan penghubung Buton-Muna.

Menteri PU RI Dody Hangodo mengingatkan untuk lebih memperhatikan perawatan, karena tiap tahun es di Kutub selalu mencair dan itu akan menaikan pasang surut air laut sehingga perlunya diperhatikan dengan sedetail mungkin, agar jembatan ini bisa less minimum paling lama 50 tahun kedepannya.

Gubernur Sultra bersama Menteri PU Tinjau Lokasi Persiapan Jembatan Penghubung Buton-Muna di Kota Baubau
Gubernur Sultra bersama Menteri PU Tinjau Lokasi Persiapan Jembatan Penghubung Buton-Muna di Kota Baubau

Sementara itu ditempat yang sama Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, SE, MM menjelaskan, kedatangannya meninjau lokasi pembangunan jembatan Buton-Muna mendampingi Menteri PU RI untuk dapat melihat langsung karena sebulan yang lalu pihaknya sudah berkunjung menemui Menteri PU menyampaikan keluhan soal jembatan Buton-Muna bahwa prosesnya ini sejak tahun 2010. Padahal program ini sudah masuk di program blue book.

”Saya dulu pernah menyampaikan kepada beliau bahwa kedatangan Bapak Menteri Ke Buton adalah sekaligus untuk melihat bagaimana kondisi kita untuk menerima jembatan. Dan kalau seandainya jembatan ini jadi, maka tiga kabupaten akan hidup secara ekonomi, antara lain Muna, Muna Barat dan Buton Tengah. Dan efek dominonya sangat luas biasa, karena selain ada ekonominya disini juga ada pariwisatanya dengan spot-spot yang diakui oleh dunia,”ungkapnya.

Kunjungan kerja berakhir di Visit PT. Kartika Prima Abadi merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di dalam bidang industri pengolahan aspal yang sedang berkembang di Indonesia dan memiliki lokasi pengolahan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Penulis: JSR
Publisher: Mas’ud