HIMASULTRA Jakarta Dukung Perjuangan Ridwan Bae Wujudkan Jembatan Muna-Buton

HIMASULTRA Jakarta Dukung Perjuangan Ridwan Bae Wujudkan Jembatan MunAhmat Setiawan, Bendahara Umum HIMASULTRA Jakartaa-Buton
Ahmat Setiawan, Bendahara Umum HIMASULTRA Jakarta

TEGAS.CO., JAKARTA — Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIMASULTRA) Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan Ir. Ridwan Bae, Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dalam mempercepat pembangunan Jembatan Penghubung Muna-Buton, Selasa, (29/7/2025).

Proyek ini dianggap sangat strategis bagi kemajuan konektivitas dan perekonomian kawasan timur Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara.

Menurut Ahmat Setiawan, Bendahara Umum HIMASULTRA Jakarta, Ridwan Bae telah menunjukkan komitmen luar biasa sejak 2014 dalam memperjuangkan proyek jembatan tersebut.

“Selama 11 tahun, beliau konsisten menyuarakan pentingnya pembangunan jembatan ini. Dari menteri yang lama hingga yang baru, beliau tak pernah berhenti mengawal,” ujar Setiawan, mahasiswa asal Kecamatan Pasikolaga, Kabupaten Muna.

Perjuangan panjang Ridwan Bae mulai menunjukkan hasil nyata dengan kunjungan langsung Menteri PUPR, Ir. Dody Hanggodo, ke lokasi rencana pembangunan. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek bernilai Rp14 triliun dengan panjang hampir 3 kilometer itu mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Proyek ini akan menghubungkan tujuh daerah di Sultra, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, Buton, Kota Baubau, Buton Selatan, dan Buton Utara. Dari sisi ekonomi, jembatan ini diyakini mampu mempercepat distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi, dan menarik investasi lebih besar ke wilayah timur Indonesia.

Tak hanya itu, Ridwan Bae juga mendorong rencana pembangunan Jembatan Muna-Kendari untuk menciptakan konektivitas darat menyeluruh di Pulau Sulawesi. Jika terwujud, 73 dari 81 kabupaten/kota di Sulawesi bisa diakses tanpa kapal feri.

“Ini adalah visi besar yang akan mengangkat mobilitas dan kesejahteraan masyarakat Sultra. Kami generasi muda sangat mendukung,” kata Setiawan.

Ia juga mengapresiasi sikap kolaboratif Ridwan Bae yang turut mengakui peran berbagai pihak dalam perjuangan ini, seperti mantan Gubernur Ali Mazi dan anggota DPR RI Rusda Mahmud.

“Ini mencerminkan kematangan politik. Fokus beliau adalah kepentingan rakyat, bukan klaim politik semata,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Gubernur Sultra saat ini, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Meski demikian, proyek ini menghadapi tantangan besar dari sisi teknis dan pendanaan. Pembangunan jembatan tanpa tiang penyangga sepanjang hampir 3 kilometer memerlukan teknologi tinggi dan pendanaan besar. Menteri PUPR menyebut akan menjajaki pinjaman luar negeri berbiaya rendah sebagai opsi pembiayaan.

“Di tengah keterbatasan anggaran negara, kami mendukung segala upaya pemerintah mencari solusi pendanaan terbaik,” tambah Setiawan.

Sebagai penutup, Setiawan menyampaikan harapan generasi muda agar proyek ini benar-benar terealisasi sesuai target 2026. Ia juga mengajak seluruh masyarakat mendukung penuh proyek ini sebagai investasi jangka panjang untuk Sultra dan Indonesia.

Komentar