Kendari

Menteri Ekraf Kagumi Produk Ekonomi Kreatif Kelurahan Bende

397
×

Menteri Ekraf Kagumi Produk Ekonomi Kreatif Kelurahan Bende

Sebarkan artikel ini
Kota Kendari
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Selasa (26/8/2025). Foto: Diskominfo Kendari @ 2025

Tegas.co, Kendari – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Selasa (26/8/2025).

Kunjungan kerja Menteri Ekonomi (Ekraf) didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua dan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam rangka untuk melihat secara langsung produk-produk ekonomi kreatif yang ada di Kelurahan Bende.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Ekraf, Riefky Harsya berdialog bersama masyarakat dan pelaku UMKM setempat, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

Riefky menyatakan kekagumannya pada Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Bende. Dia menilai langkah-langkah inovatif dan inisiatif warga setempat telah membuktikan bahwa sektor ekonomi tidak harus selalu didominasi oleh perusahaan besar.

“Koperasi ini luar biasa. Produk-produknya semakin variatif dan saya yakin ke depan akan lebih banyak lagi yang berkembang,” ucapnya

Riefky mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki visi kuat untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, pembangunan ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari strategi besar untuk mengatasi ketimpangan dan membuka lapangan kerja di seluruh pelosok Indonesia.

“Kementerian tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama provinsi, kabupaten, kota, agar industri kreatif benar-benar bertumbuh. Ini kementerian yang baru berdiri 10 bulan, tapi antusias masyarakat luar biasa,” tuturnya.

Wagub Sultra, Hugua mengungkapkan, geliat pariwisata yang terus berkembang turut mendukung industri kreatif lokal. Saat ini Sultra telah memiliki delapan kalender event tahunan yang menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kota Kendari ini adalah barometer perkembangan wilayah Sultra. Semua yang ingin ke berbagai daerah, pasti lewat sini,” ujarnya.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menjelaskan, pihaknya sejak awal berkomitmen untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui bantuan modal tanpa bunga dan agunan. Hingga kini, sekitar 200 pelaku UMKM telah menerima bantuan modal minimal Rp5 juta.

“Ini bagian dari janji politik kami. Tapi kami tekankan juga pentingnya tanggung jawab. Jangan hanya mengajukan modal tanpa ada kegiatan riil,” ungkapnya.

Wali Kota berujar, dukungan dari pemerintah pusat, seperti kehadiran Menteri Ekraf, menjadi motivasi kuat bagi Kota Kendari untuk terus mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat.

Pihaknya tidak hanya memberikan modal semata, tetapi juga mengarahkan masyarakat untuk dibina dan dilatih agar mampu mandiri dan berdaya saing.

“Kami ingin warga Kendari tidak hanya berharap bantuan, tetapi juga siap untuk bertumbuh,” katanya

Ia berharap pemerintah pusat dapat membawa program-program baru yang berdampak langsung, termasuk tambahan pendanaan bagi pelaku industri kreatif di kota tersebut.

Tim Redaksi