Berita UtamaSultra

14 Elemen Aksi Damai di DPRD Sultra

335
×

14 Elemen Aksi Damai di DPRD Sultra

Sebarkan artikel ini

 

14 Elemen Unjukrasa di DPRD Sultra
Nurwal Afni, yang akrab disapa Ibu Cici, Analis Kebijakan Publik Bagian Aspirasi DPRD Sultra Foto: MAS’UD

KENDARI, TEGAS.CO – Sebanyak 14 elemen massa aksi unjuk rasa tercatat menyampaikan aspirasinya ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu, 3 September 2025. Meskipun demikian, pengamanan berjalan kondusif dan terkendali berkat koordinasi yang solid antara aparat dan pihak dewan.

Nurwal Afni, yang akrab disapa Ibu Cici, Analis Kebijakan Publik Bagian Aspirasi DPRD Sultra, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterima dari kepolisian dan intelijen, terdapat 14 elemen yang terkonfirmasi akan menyampaikan aspirasi.

Namun, di lapangan, terpantau adanya 8 elemen yang muncul, di antaranya meliputi Aliansi Gerbang Kota, Aliansi Cipayung, Aliansi BEM Eksekutif Fakultas Teknik, HMI, Mahasiswa Fakultas Hukum, Laskar Semut Merah, Tamalaki dan Muhammadiyah.

“Selain itu, terdapat dua aliansi lainnya yang juga menyampaikan aspirasi, yaitu Aliansi ASR (Aliansi Suara Rakyat) dan satu aliansi yang fokus pada masalah pertanahan. Belum termasuk elemen-elemen massa aksi yang kami tidak terima laporannya” jelas Ibu Cici.

Ia mengapresiasi kondisi pengamanan yang terjaga dengan baik, tidak seperti beberapa daerah lain yang mengalami kericuhan.

Sebelum tanggal 1 – 3 September 2025 pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan TNI dan Polri untuk memastikan pelayanan dan pengamanan terbaik bagi semua pihak.

“Sampai detik ini, situasi tetap aman dan lancar. Ada laporan tambahan mengenai dua aliansi lain yang akan datang, tetapi mereka belum hadir hingga saat ini. Kami terus memantau perkembangan di lapangan,” tambahnya.

Terkait kendala selama penanganan unjuk rasa, Ibu Cici mengakui bahwa situasi kadang membuat panik dan menyulitkan komunikasi via telepon atau HT.

Namun, berkat pendekatan persuasif dan respons cepat dari pimpinan DPRD serta Kapolda, aksi berjalan tertib tanpa anarkisme.

Harapan ke depan, ia menyampaikan perlunya pengadaan portal pengamanan yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menghindari bentrokan antara massa dan aparat. Selain itu, perlu adanya penyesuaian mekanisme penerimaan aspirasi agar tidak terkendala aturan yang membatasi massa hanya sampai di pagar.

“Kami berusaha melakukan pendekatan persuasif agar massa tidak anarkis. Alhamdulillah, sampai saat ini semua dapat dikendalikan dengan baik,” pungkasnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung lancar dan tidak terjadi insiden yang mengancam keamanan. Pengamanan terus diperketat untuk memastikan segala aspirasi masyarakat dapat disampaikan tanpa gangguan.

PUBLISHER: MAS’UD